Pempus Siap Rp 50 Miliar untuk Jalan Lintas Utara Mabar

berbagi di:
558-bupati_manggarai_barat_drs_agustinus_ch_dula_foto_istimewa_-718x452

 

 

Gerasimos Satria

Pemerintah Pusat (Pempus) menyiapkan anggaran senilai Rp 50 miliar untuk mendukung pengembangan Kawasan Stratesi Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo. Pempus melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Republik Indonesia telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk membangun ruas jalan lintas utara Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Anggaran sebesar Rp 50 miliar tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula kepada wartawan, Senin (24/6), menjelaskan, Pemerintah Pusat nemiliki komitmen untuk menata infrastruktur baik jalan maupun Bandara Komodo di Kabupaten Manggarai Barat. Sejumlah kementerian saat ini fokus membangun wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Sektor pariwisata menjadi salah satu unggulan.

“Pemerintah Pusat mempunyai komitmen yang tinggi untuk mendukung KSPN Labuan Bajo. Tahun 2019 anggaran sebesar Rp 50 miliar telah disiapkan untuk lanjutan pembukaan ruas jalan lintas utara Manggarai Barat yang nantinya akan menghubungkan Labuan Bajo dengan Reo Kabupaten Manggarai. Tahun 2019 ini, ruas jalan yang dikerjakan sepanjang 17,5 Km,” jelasnya

Ia menjelaskan tahun 2018 pekerjaan ruas jalan lintas utara dimulai dari bukit Sylvia sampai ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Rangko dengan paket pekerjaan berupa HRS (Hot Rolled Sheet). Dari PLTMG Rangko sampai ke Los Cemba. Sedangkan tahun 2019 tediri dari 2 (dua) paket. Paket I dari Los Cemba sampai Terang Kecamatan Boleng sepangan 10 Km dan Paket II dari Terang sampai ke Sosok sepanjang 7,5 Km.

Menurut Gusti, pembangunan ruas jalan lintas utara memberi banyak manfaat baik untuk Kabupaten Manggarai Barat maupun kabupaten lain yang ada di daratan Flores.Selain sebagai jalan alternatif jalur flores.Jalan lintas utara juga dapat menarik investor untuk berinvestasi di Kabupaten Manggarai Barat.Serta jalur utara tersebut nantinya dapat mempermuda akses perdagangan.

“Saya yakin ruas jalan Lintas utara ini mempunyai banyak manfaat. Penyediaan infrastruktur yang baik merupakan salah satu syarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Gusti Dula.

Ia menambahkan, apabila ruas jalan lintas utara ini rampung, maka Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan akan membangun Pelabuhan baru arah utara kota Labuan Bajo, di wilayah Bari, Kecamatan Macang Pacar. Dermaga tersebut akan dimanfaatkan untuk aktivitas niaga terutama bongkar dan muat peti kemas.

Saat ini untuk bongkar dan muat masih digabung dengan pelabuhan penumpang dan kapal-kapal wisata.

“Ada yang khusus untuk peti kemas, ada yang untuk pelabuhan penumpang maupun kapal wisata. Pembangunan dermaga Niaga Bari menurut informasi akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang,” kata Gusti Dula.

Wakil DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Abdul Ganir mengapresiasi kepada Pemerintah Pusat yang terus memperhatikan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Manggarai Barat. Jalur utara, kata dia, merupakan jalur alternatif bagi sejumlah kecamatan di Manggarai Barat. Pasalnya selama ini,masyarakat yang bermukim di wilayab Utara Kabupaten Manggarai Barat mengalami kesulitan askes transportasi.

Dia berharap agar jalur utara tuntas pada tahun 2020 mendatang. Sehingga masyarakat pada wilayah Utara tidak lagi harus melalui Ruteng,Kabupaten Manggarai jika hendak ke Labuan Bajo,Kabupaten Manggarai Barat.

“Mudah-mudahan proyek senilai Rp 50 miliar itu nantinya dikerjalan dengan kualitas bagus. Sehingga masyarakat menikmati jalan yang bagus dengan waktu yang selama,” harap Ganir. (mg-17/R-4)