Penanganan Covid-19 di Rote Ndao sudah Efektif dan Luar Biasa

berbagi di:
img-20200331-wa0049

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu didampingi Wakil Bupati Stafanus M Saak, bersama Forkopimda dan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat mengikuti videoconference dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, di ruang kerja Bupati Rote Ndao, Selasa (31/3) siang. Foto: Frangky/VN

 

 

Frangky Johannis

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) sudah efektif dan luar biasa. Bahkan, selangkah lebih maju dari daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal tersebut disampaikan Dandim 1627/Rote Ndao Letkol (Kav) Andriyan Wahyu Dwi Atmoko yang dimintai tanggapannya, usai melakukan videoconference dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, di ruang kerja Bupati Rote Ndao, Selasa (31/3) siang.
Dandim Andriyan mengatakan, sesuai pemantauannya terhadap penanganan yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Rote Ndao, upaya yang dilakukan selama kurang lebih dua pekan ini sudah berjalan efektif. Terlepas dari kekurangan, keterbatasan, dan kurang sempurnaan, itu hal yang wajar. Mengapa dikatakan demikian karena apa yang dilakukan pemerintah daerah melalui Gugus Tugas Covid-19 ini melebihi apa yang telah dilakukan kabupaten/kota di NTT, bahkan Gugus Tugas di tingkat provinsi.

“Pemkab Rote Ndao sudah luar biasa dalam melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19. Kalau ada sedikit kekurangan itu wajar, namun patut diakui bahwa Pemkab Rote Ndao selangkah lebih dahulu dari daerah lain,” katanya.

Menurutnya, sesuai rencana dalam waktu tiga hari ke depan akan dilaksanakan rapat evaluasi terhadap upaya yang telah dilakukan selama dua pekan kemarin, sehingga tentunya untuk perbaikan-perbaikan akan dibicarakan Gugus Tugas Covid-19, disesuaikan dengan dinamika perkembangan struktur Gugus Tugas yang sudah dibuat Provinsi NTT.

Terkait perbaikan yang perlu dilakukan, Dandim Andriyan katakan, sepanjang peantauan dirinya di lapangan berdasarkan eskalasi dan kemungkinan-kemungkinan terburuk, maka kita harus memperketat dan selektif terhadap masuknya orang ke Rote Ndao karena virus corona ini dibawa oleh manusia.
Karena, kata dia, akibat kebijakan Pemerintah DKI sebagai daerah episentrum Covid-19 yang belum melakukan karantina wilayah (lockdown), kata Andriyan, itu tentunya berimbas terhadap warga Rote yang sekarang berada di sana, TKI/TKW asal Rote di Malaysia dan negara tetangga lainnya. Bagi warga Rote di wilayah-wilayah tersebut yang berencana akan kembali ke Rote, memang perlu mendapat pengawasan yang lebih ketat lagi melalui entry point (pintu masuk), baik itu Bandara DC Saudale, Pelabuhan Ba’a dan Palbuhan Fery ASDP di Pantai Baru.

Pihaknya akan terus mengawasi Pelabuhan Papela walau intensitas tidak terlalu besar.

“Semua entry point yang ada di Rote Ndao harus kita awasi. Nah selama dua pekan ini orang yang masuk sudah kita awasi ketat dengan sistem karantina mandiri di rumah dan karantina di Rusun Ne’e dengan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan. Ke depan dalam rapat koordinasi akan kita sempurnakan,” tutupnya.

Terpisah, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu mengatakan, arahan yang disampaikan Gubernur NTT dalam videoconference terkait penanganan Covid-19 ini, akan ditindaklanjuti melalui Gugus Tugas. Sementara itu, upaya yang sudah dilakukan, di antaranya penyemprotan disinfektan, pengawasan orang secara ketat di pintu masuk Bandara dan Pelabuhan, penanganan karantina OAR dan ODP baik secara mandiri maupun di Rusun Ne’e, pembatasan waktu buka pasar, toko/kios, rumah makan, sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat akan terus dilakukan dengan perbaikan dan penyempurnaan, sehingga upaya pencegahan ini bisa maksiman menekan peredaran Covid-19 di Rote Ndao.

“Yang pasti kami akan berupaya maksimal melakukan penanganan sekaligus meminimalisir dampak serius terhadap ekonomi dan sosial, seperti yang diharapkan Pak Gubernur NTT,” katanya. (bev/ol)