Penanganan Sampah di Musim Hujan Harus Ekstra

berbagi di:
foto-hal-08-metro-sampah-selokan-011019

 

 

 

Stef Kosat

Penanganan sampah di Kota Kupang khususnya pada musim hujan harus dilakukan secara ekstra.

Ketua Ombusdman NTT Darius Bedadaton kepada VN, Selasa (7/1) mengatakan saat hujan, sampah dari daerah ketinggian dibawa air hujan dan menyebar di selokan ataupun tempat terbuka lainnya.

“Semenatara sekarang Kota Kupang hanya punya dua mobil penyapu jalan jadi tentu tak bisa untuk menyapu jalan seluruh Kota Kupang,” ujarnya.

Pemkot dituntut untuk memberi pelayanan publik yang smart karena Ombusdman NTT juga telah memberi penilaian merah kepada kota Kupang dari sisi pelayanan publik termasuk penilaian soal penanganan sampah.

Menurut Darius, sampah yang memenuhi saluran dan ruang terbuka lain harus diakui sebagai akibat dari terbatsnya penanganan yang dilakukan.

“Ditambah petugas kebersihan hanya mengangkut dan membersihkan sampah dari pukul 06.00 Wita pagi. Jadi kalau masyarakat buang sampah di atas jam 6 pagi tentu tidak bisa diangkut. Itu jadi salah satu penyebab kota kita kotor”, kata Darius.

Menurutnya, keterbatasan mobil sampah untuk mengangkut sampah di seluruh TPS juga jadi salah satu faktor penyebanya.

Ia menegaskan, penting untuk terus mengedukasi masyarakat soal sampah misalnya membuang sampah di TPS dari pukul 06.00 -18.00 Wita. Di atas jam itu maka sampah tidak terangkut.

Edukasi penlu agar ada kesadaran dan tanggungjawab masyarakat. Di sisi lain Pemkot Kupang juga harus siapkan TPS di semua kelurahan. Warga siapkan tempat sampah di rumah masing-masing dan buang pada TPS yang disediakan serta mengatur jumlah pasukan kuning dalam menjalankan tugas.

Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan lingkungan hidup Kota Kupang Yeri Padji Kana mengatakan pihaknya bersama pasuka kuning akan bekerja ektsra di musim hujan karena peningkatan volume sampah misalnya di selokan-selokan.

“Sampah plastik dan lainnya yang memenuhi selokan saat ini diakibatkan oleh perilaku negatif masyarakat dalam membuang sampah. Jadi walaupun dinas kebersihan berkali-kali melakukan pembersihan tetapi sampah tetap menjadi persoalan. Maka penyumbatan selokan tidak terelakkan,” ujarnya.

Sementara itu, saat peluncuran mobil sampah jenis Dualevo buatan negara Italia, di jalan El Tari beberapa waktu lalu, Yeri menegaskan sampah yang memenuhi selokan dan beberapa kali mati di Kota Kupang akan dibersihkan dengan mobil penyapu sampah yang diakuinya memiliki kemampuan ekstra.

“Untuk tahun 2020 Dinas Kebersihan dan lingkungan hidup Kota Kupang telah mengakali beberapa titik dengan memasang jeruji besi perangkap sehingga sampah yang diproduksi masyarkat bisa mudah diangkat misalnya di saluran El Tari, area Polda NTT, dan Kampung Solor. (bev/ol)