Pendatang Baru Harus Diisolasi 14 hari

berbagi di:
Ali Oemar Fadaq

Ali Oemar Fadaq

 
Jumal Hauteas

DPRD Kabupaten Sumba Timur merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyediakan ruang isolasi bagi masyarakat yang baru tiba di Waingapu, Nusa Tenggara Timur dan menunjukkan adanya gejala Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) selama 14 hari. Segala konsekuensi biaya dan teknis pelaksanaan diatur oleh pemerintah.

Rekomendasi ini disampaikan usai rapat bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, yang diwakili Asisten I Kabupaten Sumba Timur, dan dihadiri pimpinan perangkat daerah terkait, pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha (RSUD URM) Waingapu, Rumah Sakit Imanuel Sumba, dan juga pimpinan Rumah Sakit Kristen Lindimara (RSKL), di Kantor DPRD Kabupaten Sumba Timur, Senin (23/3/2020).

Rekomendasi yang ditandatangani Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq dan dua wakil ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Umbu Kahumbu Nggiku dan Jonathan Hani ini diterima VN melalui pesan WhatsApp Selasa (24/3). Dimana menurut Ali Oemar Fadaq, penyebaran Covid-19 yang sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini tidak boleh dipandang remeh, karena dapat menyebar kepada siapa saja, sehingga patut diantisipasi sejak dini.

“Kita minta pemerintah melakukan deteksi dini untuk semua penumpang yang masuk ke Waingapu, baik melalui Bandara UMK (Umbu Mehang Kunda), maupun Pelabuhan Nusantara Waingaou, serta Anak Buah Kapal (ABK) kapal barang di Pelra (Pelabuhan Rakyat) Waingapu,” jelasnya.

DPRD meminta pemerintah bersama semua lembaga terkait di Bandara dan Pelabuhan Laut, termasuk yang masuk melalui jalan darat untuk dipastikan kesehatannya sebelum masuk ke wilayah Kabupaten Sumba Timur. Menurut DPRD, semua orang yang masuk ke Sumba Timur melalui jalur darat, laut, maupun udara dan diketahui berasal dari daerah-daerah terpapar Covid-19 harus segera diisolasi selama 14 hari yang tempatnya disediakan oleh pemerintah agar memastikan yang bersangkutan tidak bepergian kemana-mana selama masa isolasi.

“Kita minta pemerintah untuk menyiapkan ruangan isolasi di rumah sakit umum saat ini, agar kalau ada yang harus diisolasi, dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan masa isolasi 14 hari ini dilakukan secara benar,” tegas pria yang akrab disapa AOF ini.

Mengenai ABK kapal barang yang masuk ke Pelra Waingapu, DPRD menguraikan, semua ABK kapal tidak boleh turun ke darat selama berada di Pelra Waingapu, dan semua logistik makanan dan kebutuhan lainnya harus diurus oleh agen-agen kapal tersebut. Sedangkan mengenai buruh lokal yang ikut beraktivitas di Pelra Waingapu dalam melakukan bongkar-muat barang, harus mendapatkan pengetahuan proteksi dini dan alat proteksi diri dari paparan virus Covid-19 ini.

Selanjutnya DPRD Kabupaten Sumba Timur juga mendorong pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk memperlengkapi tiga rumah sakit yang ada di Kota Waingapu, baik rumah sakit milik pemerintah (RSUD URM Waingapu) dan dua rumah sakit milik swasta, agar ketiga rumah sakit ini memiliki kapasitas dan kesiapan untuk menangani pasien Covid-19.

“Pemerintah wajib mendukung kecukupan sarana dan prasarana, maupun finansial bagi ketiga rumah sakit di Waingapu, sehingga dapat menyiapkan diri dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sumba Timur khususnya, bila wabah Covid-19 merebak di daerah ini,” tulisnya. Dimana untuk RS Imanuel Sumba dan RSKL pemerintah dapat memberikan bantuan dana dalam bentuk hibah.

DPRD Kabupaten Sumba Timur juga merekomendasikan kepada pemerintah melalui Satpol PP untuk bekerja sama dengan TNI/Polri agar dapat menertibkan warga masyarakat yang masih melakukan kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, serta menutup akses ke tempat-tempat wisata pantai maupun alam yang ada di Kabupaten Sumba Timur untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19

Direktur RSUD URM Waingapu, dr. Lely Harakay kepada VN melalui pesan WhatsApp membenarkan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah ruangan isolasi dengan 16 unit tempat tidur sebagai bagian dari melaksanakan rekomendasi dari hasil rapat bersama dengan DPRD Kabupaten Sumba Timur, Senin (23/3). “Kita siap 16 bed,” jelas dr. Lely.(mg-02/S-1)