Pengawasan LPJU oleh POL PP belum maksimal

berbagi di:
img-20191118-wa0031

 

 

Stef Kosat

Pemasangan ACU untuk LPJU Kota Kupang tahun anggaran 2018-2019 mengeluarkan dana sebesar Rp 1,4 miliar.

Pengadaan LPJU sebanyak 500 unit dan yang sudah terpasang sebanyak 100 unit ACU. Tetapi para pencuri mengambil acu yang dipasang di tempat-tempat gelap sehingga Pemkot Kupang kehilang 60-an unit dan untuk sementara waktu dihentikan, pemasangannya. Hal ini ditegaskan oleh koordinator lapangan yang bertugas memasang lampu jalan pada bagian Umum Pemkot Kupang, Edi Meo saat ditemui di Kantor Wali Kota Kupang pada Senin (18/11).
Saat ini Bagian Umum Pemkot Kupang yang mengurusi lampu jalan menghentikan pemasangan lampu-lampu jalan supaya kepolisian menangkap para pencuri dan para penadah barang curian itu baru lanjut pemasangan LPJU kata,”Edi. Ia sedikit berkisah bahwa para pencuri ACU LPJU di Kota Kupang saat ditangkap sudah menempatkan barang curiannya semua barang sudah dalam kontainer yang siap dikirim ke Kalimantan.
Tetapi Acu yang berada dalam kontainer para pencuri itu bukan hanya acu milik Pemkot Kupang, melainkan banyak Acu yang juga milik pihak lain. Antara lain, ACU milik Universitas Nusa Cendana terdapat 6 buah, Acu milik Telkomsel dicuri dalam jumlah yang banyak demikian juga milik Pemkot Kupang tanpa dijelaskan secara rinci.
Ditanya pengawaaan terhadap ACU-ACU milik Pemkot ke depan pengawasannya seperti apa supaya para pencuri tidak mengambil keuntungan dari proyek ini. Edi menjelaskan ke depannya pihak Pemkot Kupang akan mengelas tempat penyimpanan acu tersebut dan akan bekerjasama dengan seluruh polsek dan pospol untuk pengawasan karena barang tersebut merupakan aset Pemkot dan harganya mahal jadi biar kepolisian yang mengawasi.
Dikatakan Edi, setiap unit acu LPJU, Pemkot Kupang membelinya dengan harga Rp 3,4 juta. Lalu para para pencuri itu, mengambil dan menjualnya ke penadah hanya dengan harga Rp 1,5 juta. Namun ia menerangkan bahwa

Acu yang hilang bukan yang dipasang tahun 2018-2019 tetapi acu yang hilang adalah yang dipasang pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga tidak diketahui pasti anggarannya berapa”, pungkas Edi.
Sementara Wakil Ketua I DPRD Kota Kupang Padron Paulus, yang dikonfirmasi diruangganya mengatakan Pol PP Kota Kupang harusnya berperan lebih aktif lagi. Karena persoalan pencuarian ACU sudah bukan persoalan baru tetapi sudah lama dan terus berulang pada tahun-tahun sebelumnya dan ini disebabkan oleh pengawasan yang lemah. Jadi fungsi kontrol Pol PP Kota Kupang haris diperbanyak dan pengontrolan juga bukan hanya pada jam kerja saja tetapi harus dilakukan juga pengontrolan di luar jam kerja juga karena anggaran yang dikeluarkan mahal,” tegas Padron.
Fungsi Pol PP dalam mengeksekusi Perda dan juga keamanan harus lebih lagi. Masa Satpam Undana bisa tangkap pencuri pada dini hari lalu Pol PP tidak bisa berfungsi? Kalau seandainya Satpam Undana tidak tangkap para pencuri itu, maka pastinya sampai hari ini pencuri ACU itu tetap berkeliaran tanpa disentuh hukum karena pengawasan Pemkot KupangĀ  dalam hal ini Pol PP lemah. Selama ini juga kita mencurigai Bagian Umum yang mencuri para ACU LPJU itu karena hanya mereka yang punya perlatan dan mobil untuk pemasangan itu.
Tetapi ternyata tidak begitu, melainkan pengawasan dari Pol PP yang tidak jalan maka pencuri merajalela. Dengan tertangkapnya para pencuri itu, maka fungsi pengawasan harus ditingkatkan dan bagian Umum harus lebih proaktif lagi bekerjasama dengan berbagai pihak untuk lakukan pengawasan. “DPRD Kota Kupang menyayangkan, hal ini terjadi karena pengajuan anggaran untuk batrai baru bagi LPJU itu besar tetapi pengawasan lemah. Kalau pengawasan lemah maka anggaran yang diajukan akan dipikirkan oleh DPRD, supaya semua anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat diawasi dan pemanfaatannya dirasakan masyarakat bukan pencuri kembali menyusahkan,” pungkas Padron.(online-MG-01)
[11/18, 19:30] VN Putra B: