Pengawasan Penerapan Prokes pada Lokasi Wisata di Kota Kupang sangat Minim

berbagi di:
img-20210306-wa0046

Pengunjung tidak memakai masker di Lokasi Wisata Goa Monyet, Sabtu (6/3).

 

 

 

 
Yosi Kameo

 

 
MESKI tingkat ‘kerumunan’ di lokasi wisata berkurang, para pengunjung tetap perlu mengenakan masker dan mencuci tangan untuk mencegah penularan covid-19. Sayangnya, Pengawasan terhadap penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) di beberapa lokasi wisata di Kota Kupang masih sangat minim.

Pantauan VN, Sabtu (6/3), pada beberapa lokasi wisata di Kota Kupang, pegawasan prokes diabaikan karena jumlah pengunjung yang sedikit dianggap tidak menimbulkan kerumunan.

Di lokasi wisata Goa Monyet (Kampung Seni Flobamora), Jalan Doktor Samratulangi Raya, Kelapa Lima (Kota Kupang), para pengunjung terlihat bebas masuk dan keluar lokasi wisata tanpa mengenakan masker dan mencuci tangan.

Ekowisata Mangrove Oesapa, Kota Kupang
Ekowisata Mangrove Oesapa, Kota Kupang

Menurut pengakuan beberapa orang yang bekerja di Goa Monyet, pengawas prokes di Goa Monyet biasanya berasal dari dinas pariwisata, tetapi pengawasan mereka tidak cukup ketat saat lokasi wisata kurang ramai.

Keramaian pengunjung tampaknya masih menjadi pertimbangan dalam melakukan pengawasan prokes, seperti yang juga terjadi di lokasi Ekowisata Mangrove, Oesapa Barat, Kota Kupang.

Di pintu masuk lokasi, tidak tersedia wadah cuci tangan. Bahkan sampai ke dalam lokasi pun tidak terlihat wadah cuci tangan yang disediakan untuk pengunjung.

Selain itu, tidak ada pengawasan prokes dan petugas yang melakukan pengawasan. Hanya terlihat penagih karcis yang sedang berkerumun bersama rekannya di tempat membayar karcis dekat area parkiran. (Yan/ol)