Penggalian Makam Pasien Covid-19 di Blok Katolik Tanpa Koordinasi

berbagi di:
img-20210215-wa0023

 

 

 

Yapi Manuleus

 

SEBUAH alat berat jenis Excavator kembali menggali makam yang disiapkan untuk Jenasah Covid-19. Lokasi makam yang digali pada lahan yang seharusnya disiapkan khusus untuk Blok Katolik di TPU Damai Fatukoa tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Kupang.

“Kemarin sore jam lima itu baru ini alat berat gali, saya datang alat berat sudah gali sampai enam lubang. Makanya saya tahan dan langsung lapor ke dinas kaka,” kata Koordinator Bagian penggalian Makam di TPU Damai Fatukoa saat diwawancarai VN dilokasi itu pada Senin (15/2) siang.

Ia mengaku blok tersebut merupakan Blok Katolik sehingga tidak bisa lagi menggaling makam Covid-19 di lokasi itu.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Lodwyk Djungu Lape yang langsung dikonfirmasi VN mengaku pihaknya sangat menyesalkan terkait dengan hal itu karena tidak adanya koordinasi sama sekali dengan pihaknya sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Kupang yang punya tanggung jawab penuh di TPU Damai tersebut.
Ia juga mengaku lokasi yang disiapkan untuk memakamkan Jenasah Covid 19 masih terbilang luas namun tidak dimanfaatkan.

“Saya marah sekali kaka, karena mereka gali juga tidak ada koordinasi dengan kami. Padahal masih banyak tempat dilokasi makam Covid itu. Tapi mereka langgar dan pergi gali lagi disebelah blok Katolik itu,” kata Lodwyk.
Dia pun meminta agar lokasi yang masih kosong di dalam lokasi makam Covid-19 tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak terjadi adanya pemborosan lahan.
“Ini kalau seperti ini ke depan mau kubur dimana lagi. Lahan bisa habis ni,” jelasnya.
Sementara pantauan VN di lokasi itu pada Senin (15/2) siang, tampak ada enam lubang makam yang sudah digali oleh sebuah alat berat, namun satu lubang terlihat sudah ditutup kembali.
Alat berat tersebut pun tampak terparkir di lokasi lahan yang disiapkan untuk blok Katolik tersebut.

Enam lubang yang sudah digali itu terlihat dibatasi oleh jalan raya dan terpisah dengan makam-makam Covid 19. Sementara terlihat di lokasi Makam covid-19 tampak semua makam itu digali tidak beraturan sehingga terjadinya pemborosan lahan yang cukup banyak. (Yan/ol)