Pengisian e-HAC Wajib Bagi Pelaku Perjalanan

berbagi di:
img-20210213-wa0028

 

 

 

 

Putra Bali Mula

Pengisian Electronic Health Alert Card (e-HAC) Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, terkecuali bagi moda transportasi kereta api. Ini sesuai SE Dirjen Pencegahan & Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Nomor HK.01.07/1/11352/2020.

Hal tersebut sesuai dengan materi dari Dominggus A. I. Lenda, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Kupang soal Digitalisasi Validasi Dokumen Kesehatan dalam sosialisasi implementasi pengawasan dokumen kesehatan pelaku perjalanan secara digital bagi lintas sektor di bandara dan pelabuhan, 31 Januari 2021.

Materi ini diteruskan dr. Fanny Djubida Koordinator KKP El Tari Kupang kepada VN beberapa waktu lalu. Dalam materi ini disebut, e-HAC adalah Kartu Kewaspadaan Kesehatan merupakan versi modern dari kartu manual yang digunakan sebelumnya.

e-HAC adalah sebuah sistem untuk monitoring secara cepat terhadap seluruh pelaku perjalanan domestik dan internasional yang akan datang ke Indonesia melalui Pintu Masuk Negara di Pelabuhan Laut, Bandar Udara dan Pos Lintas Batas Darat Negara.

Passpor Sehat adalah sistem digital dalam aplikasi tersebut yang dipakai untuk pelaporan hasil pemeriksaan PCR dan rapid test bagi pelaku perjalanan internasional dan somestik.

Ada beberapa tujuan yaitu untuk meningkatkan pengawasan pelaku perjalanan dari luar negeri dan wilayah dengan menggunakan sistem elektronik, mempercepat koordinasi antara pintu masuk dan kontak tracing kasus importasi yang datang dari luar negeri dan atau daerah terjangkit.

Selain itu, untuk tersedianya data informasi pelaku perjalanan secara realtime, mempermudah pengecekan validasi oleh petugas bandar udara, pelabuhan dan los lintas natas darat negara.

SE Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 Tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala KKP Kelas III Kupang, Putu Alit Sudarma secara terpisah belum memberikan keterangan kepada VN terkait ini lebih lanjut karena tengah berada di luar kota. (bev/ol)