Pengungsi Ile Lewotolok Jalani Pemeriksaan Kesehatan

berbagi di:
1Dirwktur RAUD Lembata dr Bernard YB sedang memeriksa pengungai yang ditampung di lokasi penampungan Rujab Bupati Lembata, Rabu (11/10). Foto: Hiero Bokilia

Direktur RAUD Lembata dr Bernard YB sedang memeriksa pengungai yang ditampung di lokasi penampungan Rujab Bupati Lembata, Rabu (11/10). Foto: Hiero Bokilia

 

Hiero Bokilia

Para pengungsi korban gempa tektonik dan ancaman erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur yang saat ini ditampung di lokasi penampungan Rujab Bupati Lembata sedang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pantauan VN di halaman Rujab Bupati Lembata yang digunakan untuk pemeriksaan kesehatan para pengungsi, Rabu (11/10) pukul 10.30 Wita pagi ini, tampak anak-anak berbaris untuk menjalani pemeriksaan di dalam tenda yang telah disiapkan Tim Tagana Kabupaten Lembata. Sedangkan orang dewasa menjalani pemeriksaan kesehatan di beberapa titik teduh yang disiapkan.

ParaPara pengungsi yang ditempatkan di lokasi penampungan Rujab Bupati Lembata sedang menjalani pemeriksaan kesehatan dari tim medis RSUD Lewoleba. Foto: Hiero Bokilia pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia
Para pengungsi yang ditempatkan di lokasi penampungan Rujab Bupati Lembata sedang menjalani pemeriksaan kesehatan dari tim medis RSUD Lewoleba. Foto: Hiero Bokilia

Direktur RSUD Lewoleba dr Bernard YB yang memimpin pemeriksaan kesehatan kepada VN menjelaskan, ia turun bersama tim dokter yakni dokter umum dan dokter spesialis anak. Ia juga membawa perawat dan analis untuk pemeriksan darah, serta petugas farmasi dan apoteker agar para pengungsi yang sakit bisa langsung diberi obat.

Para pengungsi mengambil obat usai menjalani pemeriksaan oleh tim medis RSID Lewolena, Rabu (11/10) di lokasi penampungan Rujab Bupati Lembata. Foto: Hiero Bokilia
Para pengungsi mengambil obat usai menjalani pemeriksaan oleh tim medis RSID Lewolena, Rabu (11/10) di lokasi penampungan Rujab Bupati Lembata. Foto: Hiero Bokilia

Dalam proses pemeriksaan ini, lanjut dr Bernard, akan dilakukan dengan sistem screaning. Artinya, baik pengungsi yang sakit maupun tidak sakit diperiksa seluruhnya. Sehingga, dari hasil pemeriksaan tersebut, para pengungsi yang sakit bisa langsung dirawat dan diberikan penanganan.

 

 

ParaPara pengungsi yang ditempatkan di lokasi penampungan Rujab Bupati Lembata sedang menjalani pemeriksaan kesehatan dari tim medis RSUD Lewoleba. Foto: Hiero Bokilia pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia
“Harus ditangani sebelum sakit karena situasi begini penyakit rentan terjadi seperti diare dan batuk-pilek yang penyebarannya sangat cepat,” terangnya.

Dari pemeriksaan tersebut, lanjutnya, bagi pengungsi yang sakit bisa langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

ParaPara pengungsi yang ditempatkan di lokasi penampungan Rujab Bupati Lembata sedang menjalani pemeriksaan kesehatan dari tim medis RSUD Lewoleba. Foto: Hiero Bokilia pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia
Foto: Hiero Bokilia/VN

“Tadi malam sudah bawa tiga orang. Satu anak usia tujuh bulan dan anak kembar usia 1,9 tahun. Tadi malam inapkan di UGD karena panas dan batuk pilek dan sekarang sudah diantar kembali ke lokasi pemampungan,” kata dr Bernard. (bev/ol)