Pengunjung Pantai Lasiana tidak Patuh terhadap Protokol Kesehatan

berbagi di:
img-20201030-wa0013

 

Suasana di Pantai Lasiana, Jumat (30/10).

 

 

 

Sinta Tapobali

 
PENGUNJUNG di Pantai Lasiana Kupang tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 ketika berada di dalam lokasi wisata. Sebab, sebagian besar pengunjung tidak menggunakan masker.

Pantaun VN, Jumat (30/10) sebelum memasuki lokasi wisata Pantai Lasiana para mengunjung mengenakan masker. Namun, saat sudah berada dalam lokasi wisata mereka melepaskan masker yang dipakai.

Pengunjung yang didominasi kaum muda ini terlihat ogah menaati protokol kesehatan yang harusnya dipatuhi di tengah kondisi penyebaran Covid-19.

Maria Amaral, salah satu pengunjung yang terlihat memakai masker, bersama VN dalam obrolan singkat mengaku sering ia berkunjung ke Pantai Lasiana saat hari libur bersama suami dan anak-anaknya. Menurutnya, kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan sangat penting demi kebaikan diri dan juga keluarga di tengah Pandemi Virus Korona.

“Bagi saya, mau di pantai, di kantor, ataupun di mana saja, protokol kesehatan itu wajib dipatuhi. Kita tidak pernah tahu bahwa ketika kita berada di luar rumah, orang-orang yang kita temui itu dalam keadaan sehat atau tidak. Takutnya mereka dalam keadaan sakit dan karena kita teledor tidak mau pakai masker akhirnya kita yang sakit,” pungkasnya.

Menurutnya, pandemi ini sangat berdampak kepada semua lapisan masyarakat, juga dirasakan oleh dirinya meski dia adalah seorang PNS.

“Ketong yang PNS saja ju rasa na kk. Hanya dapat gaji pokok saja, uang kegiatan yang lain donk su sonde ada lai,” keluhnya

Kunjungan Berkurang

Jane salah satu penjual yang berada di lokasi wisata ini mengatakan bahwa sejak Covid-19 melanda Kupang beberapa bulan lalu, tingkat kunjungan masyarakat ke pantai ini sangat berkurang. Bahkan, tiga minggu belakangan ini tingkat kunjungan sangat menurun dan bahkan sepi.

“Kalau sekarang sudah sepi kaka, ada yang datang tapi begitu saja, sonde seramai dulu, padahal bulan lalu masih ramai, tapi karena ada yang kena korona lagi maka orang yang datang ju kurang. Mungkin karena takut,” jelasnya kepada VN.
Hal tersebut berdampak pada barang jualannya yang tidak laku bahkan sepi pembeli. “Kadang kalau laku ju satu dua orang saja yang beli kaka. Ketong berharap korona cepat selesai sudah biar ketong yang pedagang ni jangan susah begini kaka,” keluhnya. (Yan/ol)