Pengunjung Pantai Warna Oesapa Keluhkan Ketiadaan Toilet

berbagi di:
foto-hal-09-suasana-pantai-warna-oesapa-edisi-240619

Suasana di Pantai Warna Oesapa Kupang, Minggu (23/6). Tampak sejumlah warga menikmati keindahan alam di pantai tersebut. Foto: Sinta Tapobali/VN

 

 

Sinta Tapobali

Sejumlah pengunjung objek wisata Pantai Warna Oesapa Kupang, Nusa Tenggara Timur mengeluh karena tak ada toilet.

Satu-satunya toilet yang ada di sekitar wilayah tersebut pernah disediakan pemerintah. Toilet ada di samping Pasar Oesapa namun tidak lagi layak pakai karena rusak dan tersumbat. Bila butuh, pengunjung harus meminjam toilet di rumah warga.

“Kadang saya sampai harus pulang ke rumah karena di sini tidak ada WC, padahal masih mau lama-lama tapi kalau pas kebelet mau dibuang kemana? terpaksa harus pulang rumah,” ujar Wati Kia, pengunjung pantaikepada VN, Minggu (23/6).

Pengunjung lainnya, Roswita juga mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, kawasan wisata yang selalu dipadati pengunjung itu wajib miliki toilet.

“Pemerintah harus segera bangun, jangan karena hanya masalah toilet masyarakat batal berwisata ke Pantai Warna Oesapa,” terangnya.

Menurutnya, toilet adalah kebutuhan pengunjung yang seharusnya ada dan di kelola dengan baik serta dijaga kebersihannya.

“Toilet itu kebutuhan, tidak mungkin pengunjung harus pulang ke rumah apabila ingin buang hajat saat sedang bersantai di tempat ini. Saya harap pemerintah segera mengatasi hal dimaksud,” ujarnya.

Musa, salah satu warga setempat mengatakan perhatian pemerintah terhadap obyek wisata ini sangat minim. Padahal pantai tersebut merupakan salah satu obyek wisata favorit bagi masyarakat di Kota Kupang dan tamu yang berkunjung ke NTT khususnya Kota Kupang.

“Kami di sini menginginkan sarana yang memadai seperti toilet dan lampu jalan, dengan begitu pengunjung yang datang merasa nyaman dan bisa berlama-lama di pantai. Dulu ada satu unit toilet, tetapi sudah rusak karena saluran airnya tersumbat. Selain itu, ada satu unit lainnya di wilayah pantai, namun sudah tidak berfungsi karena tersumbat dan dibiarkan begitu saja,” ujar Musa.

Ia berharap Pemerintah Kota Kupang maupun Provinsi agar segera menindaklanjuti keluhan mereka. “Permintaan kami hanya satu, yakni bangun toilet dan lampu jalan karena di lokasi ini menjadi tempat sejumlah warga untuk mencari nafkah,” jelasnya.

Ia menambahkan, akibat ketiadaan toilet, warga berinisiatif menyiapkan toilet pribadi mereka untuk di sewa para pengunjung.

“Bagaimana obyek wisata mau diminati wisatawan kalau fasilitas sederhana seperti toilet saja tidak disediakan. Hal ini menjadi hal penting yang harus segera di atasi jika pemerintah ingin terus mempertahankan keramaian pobyek wisata pantai warna Oesapa. (mg-23/E-1)