Pengusaha di Manggarai Barat Keluhkan Pelayanan Bank NTT

berbagi di:
img-20200118-wa0007

Pengurus Gapensi Kabupaten Manggarai Barat dalam rapat pengurus Gapensi di sekertariat Gapensi. Foto: Gerasimos/VN

 

 

Gerasimos Satria

Sejumlah pengusaha jasa kontraktor di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh Bank NTT Cabang Labuan Bajo.

Mereka menilai pelayanan Bank NTT tidak profesional khususnya terhadap para pengusaha yang menyimpan uang di Bank NTT.

“Terus terang saja dari tahun ke tahun pelayanan pihak Bank NTT terhadap pengusaha jasa kontruksi sebagai mitranya kurang profesional. Dana yang menjadi milik kontaktor setiap akhir tahun tidak bisa dicairkan oleh pihak Bank NTT tanpa alasan yang jelas. Kami sangat kecewa terhadap pelayanan pihak Bank NTT Labuan Bajo,” ujar Rofinus Rahmat, Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasioanal Indonesia(GAPENSI) Kabupaten Manggarai Barat dalam rapat pengurus Gapensi Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (18/1) siang.

Rofinus menuturkan selama ini setiap akhir tahun para pengusaha jasa kontraktor di Manggarai Barat mengalami masalah tranksaksi. Bank NTT Labuan Bajo tidak melayani transaksi jumlah uang yang dibutukan oleh jasa kontraktor.

“Jasa kontaktor menginginkan agar seluruh dana miliknya dicairkan sepenuhnya. Namun, Bank NTT Labuan Bajo tidak melayani.Mereka hanya melayani pencairan di bawah standar,” keluhnya.

Dia meminta kepada pemerintah daerah untuk mendorong Bank NTT agar tidak mempersulit kontraktor ketika pencairan dana proyek saat akhir tahun. Jika Bank NTT Labuan Bajo tidak sanggup mencairkan seluruh dana proyek infrastruktur maka bisa mengunakan bank lain.

Direktur CV. Watu Potang, Ahmad Jalini menuturkan persoalan yang dialaminya setiap tahun di Bank NTT adalah saat pencairan dana proyek infrastruktur. Ia mengaku membutuhkan pencairan seluruh uang yang menjadi miliknya. Namun, Bank NTT hanya melayani pencairan sebagian dari dana tersebut.

Dia mengaku pihaknya membutuhkan pencairan seluruh uang yang menjadi miliknya. Dengan tujuan uang tersebut nantinya untuk membayar upah pekerja proyek. Karena tidak dilayani pencairan seluruh uang oleh pihak Bank NTT, maka para buru kerja proyek protes.

“Kita ingin apa yang menjadi hak kontrakror harus dipenuhi oleh pihak Bank NTT. Uang tersebut milik kontraktor, sehingga harus dicairkan sesuai jumlah permintaan yang diinginkan oleh kontraktor,” ujar Ahmad.

Ketua Fraksi partai NasDem DPRD Manggarai Barat di hadapan pengurus Gapensi Manggarai Barat Marthen Mitar
menyoroti keluhan para kontraktor atas lambannya proses pencairan pekerjaan infrastruktur oleh Bank NTT. Progres pekerjaan proyek sudah 100 %, namun Bank NTT Cabang Labuan Bajo tidak mampu memcairkan dana sesuai keinginan kontraktor. Hal tersebut menjadi beban bagi para rekanan atau jasa kontraktor.

Dia mengatakan persoalan lambatnya pencairan dana di Bank NTT Labuan Bajo sudah menjadi keluhan lama para kontraktor yang mengerjakan proyek infrastruktur di Manggarai Barat.

“Pembangunan sudah berjalan, tetapi Bank NTT belum mampu melayani pembayaran yang diminta oleh jasa Kontraktor. Para rekanan banyak yang mengeluh dan menjerit ,’’ kata Marten. (bev/ol)