Penjabat Sekda Belu Jamin Netralitas ASN Saat Pilkada

berbagi di:
img-20200629-wa0013

 

 

 

Mutiara Malahere

Marsel Mau Meta resmi dilantik sebagai Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda) Belu demi mengisi kekosongan jabatan di tengah pandemi Covid-19 serta situasi jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada).

Jelang pelaksanaan pilkada, Pemerintah Daerah harus menjamin netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tidak terlibat dalam politik praktis selama pelaksanaan tahapan pilkada.

Selain itu, Pemkab Belu juga bertanggungjawab dalam menjaga situasi bebas dari Covid-19 dan tetap dalam zona hijau artinya menjaga masyarakat tetap berada dalam kondisi sehat sekalipun dalam era new normal.

Demikian diungkapkan Marsel Mau Meta kepada VN, Senin (29/6) usai resmi dilantik sebagai Penjabat Sekda Belu di Lantai I Kantor Bupati Belu.

“Ada banyak tugas dan tanggungjawab sebagai pelaksana Sekda Belu, terutama dalam era new normal kami harus tetap menjaga kondisi daerah tetap zona hijau serta masyarakat harus semantiasa sehat dan bebas dari Covid-19,” ungkapnya.

Selain menjaga wilayah Belu dalam zona hijau, pihaknya meminta semua ASN bersikap netral dalam situasi jelang pilkada dan tidak terlibat dalam politik praktis.

“Saya minta semua ASN harus netral dan jangan pernah terlibat dalam politik praktis dengan mendukung salah satu paket tertentu dan bagi ASN yang terlibat akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta semua masyarakat agar tetap mengedepankan protokol kesehatan terutama menjaga jarak, selalu menggunakan masker dan menghindari aktivitas kerumunan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan dalam sambutan mengutarakan proses pelantikan penjabat mengalami keterlambatan sambil menunggu proses dari pelelangan jabatan sekda oleh BKPSDMD sehinggga penjabat sekda melaksanakan tugas selama tiga bulan ke depan sambil menunggu pejabat sekda definitif.

Terkait proses pelelangan sekda, Ose Luan berharapn BKPSDMD segera memulai proses setelah adanya pelantikan Penjabat Sekda sehingga tidak terjadi kekosongan yang berkepanjangan.

Ose Luan menambahkan,seorang ASN harus berdedikasi dan loyal terhadap pimpinan karena itu menjadi penilaian dan harus menjaga diri selama memangku jabatan.

“Jujur itu ada pada orang baik, maka saya sering mengatakan jadilah orang baik saja, jangan jadi orang penting. Orang penting belum tentu jujur tetapi kalau orang baik itu pasti jujur,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ose Luan menyampaikan jabatan penjabat ataupun sekda itu jabatan staf yang melaksanakan.

“Otorisator itu Bupati, sekretaris dan lain itu organ tubuh. Sebenarnya ini yang penting dalam pelaksanaan tugas yakni menciptakan loyalitas. Disaat otorisator memberikan perintah, penjabat sekda harus mengkaji dari berbagai aturan dan diberi masukan/pertimbangan dan saat otorisator menyatakan itu harus dilaksanakan, maka harus dilaksanakan. Inilah yang namanya kepemimpinan berstruktur. Ini yang harus diperhatikan,” tandas mantan Camat Malaka Barat ini.

Pantauan VN, Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan mengambil sumpah jabatan dan melantik Marsel Mau Meta menjadi Penjabat Sekretaris Daerah berdasarkan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Belu Nomor BKPSDMD.820/182/KEP/VI/2020 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu.

Pelantikan Penjabat Sekda Belu menghadirkan saksi rohaniwan Frater Yosef Freinademetz Natael De’e. Saksi ASN Inspektur Inspektorat, R. Th. Jossetyawan Manek dan Kepala BKPSDMD Anton Suri.

Hadir dalam acara pengambilan sumpah dan pelantikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Belu, Maria Goreti Kiik dan Kepala BP4D Florianus Nahak dan pimpinan OPD Lingkup Pemkab Belu serta insan pers. (bev/ol)