Penjual Nabas di Naikoten I Taat Aturan

berbagi di:
Para penjual Nabas mengikuti dialog bersama pemerintah di aula Kantor Lurah Naikoten I, belum lama ini.

Para penjual Nabas mengikuti dialog bersama pemerintah di aula Kantor Lurah Naikoten I, belum lama ini.

 
Yapi Manuleus
PARA penjual Nasi Babi (Nabas) yang berjualan sore dan malam hari di depan Masjid yang berada di wilayah Kelurahan Naikoten I Kecamatan Kota Raja, Kupang tepatnya di depan Kantor Bumi Putera menaati aturan yang sudah ditetapkan bersama. Aturan tersebut yakni membakar daging babi yang akan dijual di rumah masing-masing.

Penetapan aturan itu disepakati di aula Kantor Lurah Naikoten 1, Kamis (29/7) siang yang dihadiri oleh para pedagang Nabas, ketua RT/RW setempat,Kepala Kesbangpol Kota Kupang Noce Nus Loa, Lurah Naikoten I Budi Izack dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Naikoten I.

Lurah Naikoten I, Budi Izack dalam sambutannya mengatakan, penjual Nabas tidak bermaksud menganggu kenyamanan para pemeluk agama lain dengan berjualan di lokasi tersebut. Mereka hanya berjualan untuk kebutuhan ekonomi dan tidak begitu dekat dengan Masjid namun berada di sebelah jalan dari area Masjid yang juga sedikit jauh jaraknya.

Heri Sinlanloe salah satu pedagang Nasi Babi yang setiap sore dan malam hari berjualan di lokasi tersebut bersedia menaati aturan yang sudah ditetapkan bersama dengan membakar daging di rumah dan tidak lagi membakar daging langsung di lapak jualan agartidak menggangu kenyamanan umat lain lewat asap yang timbul dari pembakaran daging tersebut.

“Kita sudah sepakat. Daging kita bakar dari rumah, tapi alat panggang tetap ada dan itu hanya untuk kasi panas saja. Tapi bakarnya dari rumah,” jelasnya.

Kepala Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa saat diwawancarai VN menegaskan, semua aktivitas dalam hal ekonomi di wilayah kota Kupang tidak dilarang. Ia berharap, semua warga Kota Kupang perlu menjaga dan memperhatikan nilai estetika, sosial dan perilaku sehingga Kota Kupang tetap terjaga kedamaiannya. (yan/ol)