Pentingnya Jurnal Internasional Bagi Mahasiswa dan Akademisi

berbagi di:
img-20210227-wa0016

 

 

 

 

Putra Bali Mula

Budaya membaca jurnal internasional di kalangan mahasiswa sangat diperlukan untuk membuka wawasan. Untuk kalangan dosen pun publikasi jurnal internasional menjadi bukti utama orisinalitas penelitian yang dilakukan serta dapat menjadi modal rekam jejak peneliti sebagai akademisi.

Hal tersebut disampaikan Jonatan Lassa, seorang dosen senior Humanitarian, Emergency And Disaster Management Charles Darwin University, Australia.

Ia mengutarakan ini dalam materinya mengenai Iklim Riset di NTT pada diskusi online mengenai Tantangan Riset dan Publikasi Untuk Kampus di NTT yang digelar oleh Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero beberapa waktu lalu.

Ia menceritakan pernah kembali ke Kupang selama 18 bulan dan mengajar pada sebuah fakultas di sebuah universitas di Kota Kupang. Ia berhenti mengajar di Singapura untuk membangun Kota Kupang.

Ia menyesali ketertarikan literasi generasi mahasiswa di Kupang saat itu yang menurutnya tidak jauh berbeda atau bahkan kalah dari mahasiswa tahun 1990-an. Hal ini Berdasarkan pengalamannya saat mengajar di tahun 2013 tersebut.

Pada kesempatan memberikan kuliah saat itu, ia menanyakan kepada mahasiswa soal referensi jurnal internasional untuk kuliah dimaksud. Hanya satu dari 70 mahasiswa yang membaca jurnal internasional.

Untuk itu perlu akses yang luas bagi mahasiswa minat membaca jurnal internasional. Hal ini penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa.

Meski begitu ia merasa penilaian itu tidak relevan lagi atas perkembangan yang ada saat ini karena ada juga akademisi asal NTT yang menerbitkan jurnal internasional dan memiliki kemampuan lainnya yang patut diperhitungkan.

“Sangat baik saat ini dan yang paling penting adalah minat baca mahasiswa,” ungkapnya. (bev/ol)