Penuntasan Stunting Butuh Peran Aktif Masyarakat

berbagi di:
img_20200629_195239

Foto: Muti/VN

 

 

 

Mutiara Malahere

Pemerintah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur mengajak semua pemangku kepentingan dan masyarakat untuk aktif dalam penurunan angka stunting di masa pandemi Covid-19 dan peralihan new normal tahun 2020.

Demikian terungkap dalam kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Belu dengan tema “Gerakan Masyarakat Peduli Stunting (Gema Pesta) pada Masa Covid-19 dan Peralihan New Normal yang berlangsung di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Senin (29/6/2020).

Kepada VN, Kepala BP4D, Florianus Nahak menjelaskan tujuan kegiatan rembuk stunting untuk menyampaikan hasil analisa situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting kabupaten terintegrasi.

Rembuk Stunting juga untuk mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi serta membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi di kabupaten.

Sasaran kegiatan Rembuk Stunting antara lain semua organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa/lurah, organisasi wanita, petugas medis, pengelola PAUD dan TK, LSM lokal maupun internasional dan pemerhati masalah kesehatan di Kabupaten Belu.

“Penanganan stunting harus menjadi komitmen bersama yang diwujudkan dalam kebijakan program dan kegiatan, partisipasi aktif seluruh masyarakat, media massa dan dunia usaha,” ungkapnya.

img_20200629_195226

Wakil Bupati Belu JT Ose Luan dalam sambutannya mengatakan stunting terjadi karena ada masalah gizi yang mempengaruhi kesehatan manusia dan mengalami gagal tumbuh sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

Banyak aspek yang menyebabkan stunting sehingga butuh komitmen dan kerjasama aktif dari semua pihak dalam menuntaskan dan mencegah generasi stunting.

“Penuntasan stunting menjadi tanggungjawab bersama semua pihak yang harus berperan aktif untuk bekerja dan saling terintegrasi serta perlu adanya sebuah regulasi dan rencana aksi yang tepat demi penuntasan stunting di Kabupaten Belu,” ujar Ose Luan.

Dalam Rapat Rembul Stunting tersebut hadir pula jajaran labid, para pimpinan OPD, DPRD, para camat dan lurah, serta lembaga non-pemerintah lainnya.

Rembuk Stunting tersebut menghadirkan sejumlah materi dari beberapa narasumber antara lain dr. Tb. Rachmat Sentika dari IDI, Kepala Litbang Provinsi NTT, Kepala BP4D Kabupaten Belu, Kepala Dinas Kesehatan Belu, Serta Kadis PMD Belu. (bev/ol)