Penutupan Pulau Komodo sudah Final

berbagi di:
foto-hal-01-jokowi-di-pulau-rinca

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana, Gubernur NTT dan Ibu Gubernur Julie Sutrisno Laiskodat mengunjungi Pulau Rinca, di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Kamis (11/7) pagi.

 

 
Pemerintah Provinsi NTT menyatakan penutupan kawasan wisata Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, sudah final dan tetap akan dilakukan pada Januari 2020 mendatang. Sekalipun ada pihak yang menolak dilakukan penutupan.

“Mengenai penutupan kawasan wisata Pulau Komodo, sudah final mulai diberlakukan pada 2020. Penutupan ini untuk kepentingan konservasi sehingga habitat Komodo tetap terjaga dan tidak mengalami kepunahan,” kata Wagub NTT Josef Nae Soi kepada wartawan di Kupang, Senin (27/7).

Wagub Nae Soi menilai aksi demonstrasi penolakan penutupan kawasan wisata Pulau Komodo merupakan hal yang wajar dan lazim terjadi saat pemerintah membuat suatu kebijakan maka muncul sikap pro dan kontra di masyarakat.

Ia mengatakan penutupan kawasan Pulau Komodo sebagai upaya pemerintah untuk menyelamatkan konservasi Taman Nasional Komodo agar tidak mengalami kepunahan. Menurutnya, kawasan wisata Pulau Komodo sebagai tempat habitat asli Komodo maka harus bebas dari pemukiman penduduk sehingga Komodo menjadi liar sesuai aslinya.

“Apabila kita menginginkan hewan Komodo menjadi liar dalam habitat aslinya, maka tentu tidak boleh ada permukiman penduduk dalam kawasan itu,” Tegas Josef Nae Soi.

Ia meminta semua pihak untuk realistis bahwa dalam kawasan Pulau Komodo sudah ada pemukiman warga, sehingga pemerintah NTT menggunakan prinsip dimensi fleksibilitas dalam penanganan warga dengan mengacu pada beberapa opsi yaitu apakah manusia dikeluarkan dari Pulau Komodo atau tetap mengizinkan warga bermukim dalam kawasan pulau itu dengan jaminan konservasi tetap dilakukan atau mengeluarkan warga di Pulau Komodo secara bertahap.

“Kita tinggal negosiasi dengan warga di daerah itu, tetapi yang paling penting menyelamatkan Komodo agar tidak punah. Pemerintah akan melepas hewan yang menjadi makanan utama Komodo di daerah itu untuk makanan Komodo,” tegas Josef A Nae Soi.

Ia mengatakan Pemprov akan mencari tempat yang cocok sebagai lokasi pemukiman warga di Pulau Komodo yang dipindahkan, setelah kawasan wisata itu ditutup pemerintah NTT. “NTT memiliki banyak pulau kosong yang bisa ditempati warga dari Pulau Komodo itu, oleh karena itu kita berharap masyarakat mau menerima keputusan ini,” tegas.

Ia berharap berbagai pihak yang ngotot menolak dilakukan penutupan kawasan wisata Pulau Komodo untuk datang berdiskusi dengan pemerintah NTT sehingga rencana penutupan Pulau Komodo pada 2020 itu tidak menjadi polemik.

Sementara itu secara terpisah, Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTT Abed Frans mengatakan, DPD ASITA NTT mendukung rencana pemerintah untuk penutupan pulau Komodo pada tahun 2020 mendatang. “Tentunya kita dukung saja kalau itu sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat maupun Provinsi NTT,” katanya.

Dia mengatakan, tidak perlu ribut dengan rencana ini karena sudah menjadi keputusan pemerintah. “Ya kita dukung saja hal bagus ini, lagian masih ada pulau yang lain seperti Pulau Rinca yang masih bisa dikunjungi wisatawan,” Katanya.

Abed menambahkan rencana penutupan pulau Komodo itu hanya bersifat sementara dan dengan alasan untuk kepentingan ekosistem komodo itu sendiri, bahwa penutupan sementara itu juga untuk peningkatan pelayanan ke depan.

“Saya yakin wisatawan akan memahami alasan yang disampaikan demi ekosistem komodo itu sendiri. Dan kami harapkan setelah itu ada juga peningkatan fasilitas yang ada di Pulau Komodo itu sendiri,” Ujarnya.

Dia mengungkapkan, fasilitas yang diharapkan misalnya peningkatan sarana medik yang memadai, sarana perlengkapan pemadam kebakaran, treking zone dan rest area yang nyaman.

Abed mengatakan, wisawatan akan lebih penasaran jika dibuka lagi setelah penutupan. “Wisatawan akan penasaran seperti apa pulau Komodo setelah itu. Dan ini bagus untuk pariwisata NTT dan juga untuk masyarakat yang ada di sekitar pulau Komodo,” ujarnya. (mg-21/R-4)