Penyandang Disabilitas di Perbatasan Indonesia Terima BLT-DD

berbagi di:
img-20200527-wa0067

 

 

 

 

Mutiara Malahere

Andreas Moruk (45) seorang penyandang disabililitas asal Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, Perbatasan Indonesia-Timor Leste mendapatkan perhatian pemerintah dan terdaftar sebagai salah satu penerima Bantuan Langsung Tunai – Dana Desa (BLT-DD).

Pantauan VN, Rabu (27/5) Camat Nanaet Duabesi Michael Bria didampingi BP4D, Dinas PMD, Inspektorat serta Kades Fohoeka Agustinus Berek mengantar BLT-DD ke kediamannya.

Saat tiba di rumah Andreas, Camat Nanaet Duabesi Michael Bria memberikan BLT-DD berjumlah Rp 600.000 kepada Andreas yang didampingi keluarganya. Andreas tampak terharuĀ  menerima bantuan tersebut.

Mikael meminta penerima BLT-DD dapat memanfaatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup selama masa pendemi Covid-19.

“Pemerintah memberikan bantuan dengan tujuan membantu masyarakat untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu terdampak Covid-19 sehingga harus menggunakan dana bantuan pemerintah secara bijak dan bertanggungjawab,” ungkap Mikael.

Perwakilan keluarga Andreas Moruk mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah yang langsung datang ke rumahnya untuk mengantarkan bantuan sekaligus melihat langsung kondisinya.

“Kami sangat terharu atas perhatian pemerintah terhadap saudara kami Andreas Moruk yang menjadi salah satu penerima BLT-DD dan Andreas telah mengalami gangguan mental sejak puluhan tahun, dan bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ungkap Rita.

Selain Andreas, pemerintah juga mengantarkan langsung BLT-DD ke rumah tiga KK penerima lainnya yang juga sebagai penyandang disabilitas antara lain Yakobus Luan (43) Elisabet Ikis (42) dan Maria Baru (30).

Kepala Desa Fohoeka, Agustinus Berek menjelaskan umlah penerima BLT-DD di desanya tercatat 128 KK dan dari data tersebut terdapat pendobelan dua nama KK yang masuk dalam daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST).

Terkait data penerima BLT-DD, terdapat empat KK yang berstatus penyandang disabilitas yang karena kondisi kesehatannya tidak bisa hadir ke kantor desa untuk menerima BLT-DD.

“Ada empat penerima BLT-DD berstatus penyandang disabilitas dan karena kondisi kesehatan tidak bisa hadir di kantor desa sehingga kami langsung mengantar BLT ke rumah masing-masing,” ungkap Agustinus.

Pihaknya berharap BLT-DD dapat membantu masyarakat penerima dalam mengatasi dampak pendemi Covid-19 serta masyarakat juga tetap melaksanakan protokoler kesehatan terutama selalu menjaga jarak dan wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. (bev/ol)