Penyeberangan Pantai Palo Masih Sepi

berbagi di:
img-20190418-wa0024

Suasana di Pantai Palo. Foto: Frengky Keban/VN

 

 

Frengky Keban

Palayanan penyeberangan pantai Palo-Kelurahan Sarotari Timur, Kabupaten Flores hingga pukul 10.00 wita masih terlihat sepi.

Hal ini diakibatkan belum membludaknya para peziarah yang mau berziarah di Patung Tuan Berdiri-Wureh (Adonara Barat) baik melalui Jembatan Tambatan Perahu (JTP) Wureh maupun JTP Tanah Merah. Padahal, penyeberangan Palo telah dibuka sejak pukul 06.00 pagi tadi.

“Belum terlalu banyak. Para peziarah belum banyak yang datang untuk berziarah,” kata Koordinator Pelayaran Pantai Palo, Paul Riberu kepada VN, Kamis (18/4) di Pantai Palo.

Meski maih sepi, Paul yakin akan ada peningkatan peziarah sore nanti. Pasalnya, masih ada rangkaian kegiatan lainnya bagi para peziarah yakni cium Tuan Ma dan Tuan Ana hingga malam nanti.

Ia mengaku pihaknya masih terus bekerja maksimal untuk melayani para peziarah yang ingin menyeberang ke Wureh maupun Tanah Merah.

“Kami siapkan 34 buah kapal dan semuanya sudah terverifikasi secara baik. Kapal-kapal yang jalan ini yang sudah memenuhi syarat mulai dari surat kapal hingga para nahkoda yang tersertifikasi. Sejauh ini masih aman karena kami disuport langsung oleh pihak keamanan dan juga tenaga kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peziarah asal Maumere, Herman Todung mengaku senang dengan sistem pengaturan pelayaran di Pantai Palo yang sudah jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Bagus pelayanannya. Para peziarah dibuat nyaman untuk menyeberang. Apalagi sudah ada life jacket yang disiapkan. Intinya sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, apalagi untuk penumpang dibatasi per kapalnya,”sebutnya lagi. (bev/ol)