Penyidik Polres Rote Ndao Berupaya Ungkap Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik melalui Medsos

berbagi di:
img-20200917-wa0007

 

Iptu Yames Jems Mbau
Kasat Reskrim

 
Frangky Johannis

 

APARAT penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rote Ndao tengah menangani sejumlah laporan terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, melalui media sosial (medsos) Facebook.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermanto yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Iptu Yames Jems Mbau, di ruang kerjanya, Kamis (17/9).

Iptu Jems Mbau membenarkan bahwa ada sejumlah laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilakukan melalui Facebook yang dilaporkan ke Polres Rote Ndao.

Menurutnya, yang terakhir adalah postingan yang dilakukan dua akun Facebook pada Rabu (16/9) dini hari, di mana postingan tersebut mengandung unsur pencemaran dan sangat merugikan nama baik dua petinggi Kabupaten Rote Ndao, yakni Bupati dan Kapolres Rote Ndao.

Menurut Iptu Jems, dalam menindaklanjuti kasus dugaan pencemaran nama baik dua petinggi tersebut dan juga sejumlah laporan warga. maka aparat penyidik Satreskrim sementara melakukan penyelidikan dengan mentracking (menelusuri) pengguna akun yang memuat postingan pencemaran nama baik pelapor.

Ia menjelaskan, khusus terhadap dua akun yang memposting kata-kata yang mencemarkan nama baik dua petinggi Rote Ndao tersebut, pihaknya telah mengamankan dua pemilik akun yang lamannya digunakan, di mana satunya sendiri datang melaporkan kejadian itu di Mapolres, sementara yang satunya dijemput anggota dari kediamannya di Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Iptu Jems, keduanya mengaku tidak memposting sesuatu apapun, bahkan salah satunya sudah tidak memiliki hand phone lagi. Namun, penyidik sementara terus melakukan pengumpulan informasi dan mentracking pengguna medsos yang mengupload postingan tersebut, dan diketahui terakhir aktif berlokasi di sekitar Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain.

“Upaya yang dilakukan tim Satreskim kemarin, sudah hampir menjurus ke titik terang. Ini hanya satu pengguna yang mengoperasikan dua akun tersebut, namun masih perlu didalami guna mengungkap pelaku (pengguna akun) yang memposting kalimat yang sangat tidak menyenankan dan menyerang pribadi orang lain,” katanya.

Iptu Jems menambahkan, ada juga laporan masyarakat yang sudah ditindaklanjuti oleh penyidik Satreskrim, dan saat ini sementara melengkapi berkas perkaranya.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi semua laporan terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui Facebook ini bisa terang benderang, sehingga kami bisa ungkapkan ke publik melalui pemberitaan media,” imbuhnya.

Iptu Jems mengimbau kepada masyarakat Rote Ndao pengguna media sosial (Facebook) untuk tidak lagi meneruskan atau memforward screen shoot postingan-postingan yang mengandung unsur pencemaran nama baik seseorang karena bisa dikategorikan sebagai penyebar informasi yang tidak bertanggung jawab, sehingga bisa diganjar dengan Undang-Undang ITE. (yan/ol)