Penyidik Kejati NTT Sita Dokumen dari Kantor Bupati dan BPN Manggarai Barat

berbagi di:
img-20201012-wa0009

 

Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT saat menggeledah Kantor Bupati Manggarai Barat, Senin (12/10) siang. Foto: Gerasimos Satria/vn.

 

 

 

Gerasimos Satria

 

 

PENYIDIK Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Nusa Tenggara Timur (NTT) menyita sejumlah dokumen aset tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat dari sejumlah ruangan di Kantor Bupati Manggarai Barat dan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Barat, Senin (12/10) siang.

Penggeladahan sejumlah ruangan di kantor Bupati Manggarai Barat dipimpin langsung Penyidik Kejati NTT, Yoni Malaka dan di BPN Manggarai Barat, Penyidik Robert Lambila.

“Penyitaan dokumen dalam penggeledahan siang tadi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penyidikan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati NTT, Abdul Hakim yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Abdul Hakim mengatakan dalam penggeledahan di kantor Bupati dan BPN Manggarai Barat itu penyidik Tipidsus Kejati NTT menyita seluruh dokumen tanah 30 Hekto Are (Ha)  yang diduga diperjualbelikan. Penyitaan dokumen itu bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti guna  memperkuat pembuktian yang akan diajukan di persidangan di pengadilan  nantinya.

“Kita sita seluruh dokumen tanah Keranga/Torohlema Batu Kalo, Kelurahan Labuan Bajo di Kantor Bupati dan BPN Manggarai Barat untuk bukti-bukti di persidangan di Pengadilan nantinya,” kata Abdul Hakim.

Seperti diketahui, dalam penyelidikan
dugaan jual beli aset Pemkab Manggarai Barat, Penyidik Tipidsus Kejati NTT telah memeriksa sejumlah pejabat di Pemkab Manggarai Barat dan BPN Manggarai Barat sebagai saksi. (Yan/ol)