Penyidik Limpahkan Tiga Terduga Pelaku Bom Ikan ke JPU

berbagi di:
img-20210114-wa0034

 

TIGA TERSANGKA: Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rote Ndao menerima penyerahan tiga tersangka kasus dugaan illegal fishing JB alias Dakon, AR, dan dan DM di ruang Seksi Pidana Umum, Kamis (14/1) sore. Foto: Istimewa

 

 

 

Frangky Johannis

 

 

POLRES Rote Ndao melalui Unit Penegakkan Hukum (Gakum) Satuan Polairud melakukan pelimpahan tersangka beserta baranga bukti (tahap dua) tiga tersangka kasus dugaan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Kamis (14/1) petang.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Rote Ndao AKBP Felli Hermanto melalui Kasat Polairud Iptu Yosef Suyitno Soloilur, yang dikonfirmasi VN, Kamis (14/1) malam.

Dikatakan Iptu Suyitno, setelah menerima surat pemberitahuan hasil penilitian berkas perkara (tahap satu) kasus tersebut dari JPU Kejari Rote Ndao pada Senin (11/1), pihaknya melakukan koordinasi untuk melaksanakan tahap dua, sehingga disepakati Kamis (14/1) dilakukan penyerahan tersangka beserta barang bukti.

Ia menyebutkan, tiga tersangka illegal fishing tersebut, yakni JB alias Dakon (50) dan AR (34), warga Desa Dolasi, dan DM (30), warga Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya tersebut telah diserahkan ke JPU sekitar pukul 15.00 Wita.

“Pelaksanaan serah terima tersangka beserta barang bukti tersebut berlangsung aman dan lancar. Di mana para tersangka dalam keadaan sehat serta sudah dilakukan cek kesehatan Tim Medis Biddokes Polres Rote Ndao,” kata Iptu Suyitno.

Menurutnya, barang bukti yang diserahkan berupa satu unit perahu motor, satu buah kompresor, selang kompresor warna kuning, dua buah kaki bebek, satu buah snorkel, tiga buah kacamata selam, dan satu buah regulator. Serta barang buti yang disita dari rumah tersanga JB, di antaranya sembilan botol kaca bekas, 15 kaleng alumunium bekas, tiga bungkus plastik pupuk calcium ammonium nitrate merk ‘Cantik’, empat tumpukan bungkus korek api bekas, tumpukan anak lidi korek api, satu lembar terpal warna hitam, dan satu gulungan benang sumbu.

Ketika ditanya pasal yang digunakan Unit Gakum Satpolairud menjerat ketiga terduga pelaku, Iptu Suyitno katakan, mereka diancam dengan Pasal 84 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Untuk diketahui, aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bom ikan di sekitar Batu Helianak itu awalnya diketahui kelompok pemuda pecinta olah raga air asal Desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, yang hendak melakukan kegiatan diving di sekitar Batu Helianak yang masuk kawasan konservasi TNP Laut Sawu. (yan/ol)