Perahu Bocor Dihantam Gelombang Tiga Nelayan Lasiana Ditemukan Selamat

berbagi di:

Kekson Salukh

NEKAT melaut di saat cuaca di laut yang tak menentu saat ini menyebabkan tiga nelayan asal Lasiana, Kota Kupang, nyaris menjadi korban amukan gelombang di kawasan Teluk Kupang, Selasa (14/7) siang.
Perahu mereka bocor. Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang menemukan dan mengevakuasi tiga nelayan itu di perairan Pantai Liman, Pulau Semau.
Tiga nelayan itu ditemukan dalam kondisi selamat, yakni Bartolomeus Sau (nahkoda) serta dua awak perahu, Ronald Mboro dan Hendrik Kraki. Mereka turun melaut sejak dinihari Selasa pukul 03.00 Wita dari Pantai Lasiana.
Kepala Kantor SAR Kupang, Emi Freezer mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait kecelakaan satu unit perahu motor dengan person on board (POB) tiga orang. Perahu mengalami kebocoran saat POB sedang mancing ikan di perairan Pantai Liman, Pulau Semau.
“Pukul 12.41 Wita, KN SAR Antareja 233 Kupang berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat pada koordinat 10°14’59″S – 123°15’34″E. Pukul 13.30 Wita, KN SAR Antareja 233 berhasil mengevakuasi tiga korban dalam keadaan selamat. Selanjutnya korban dibawa menuju Dermaga Navigasi Kupang dan langsung diserahkan kepada keluarga,” jelasnya.
Emi mengimbau seluruh masyarakat NTT khususnya para nelayan untuk berhati-hati dalam melakukan pelayaran, lantaran saat ini angin kencang yang disertai gelombang tinggi.
Bartolomeus Sau yang diwawancarai VN, mengatakan, ia bersama dua anak buahnya berangkat dari Lasiana menuju Pantai Liman untuk mencari ikan.
Setibanya di perairan Pantai Liman sekitar pukul 09.00 Wita terjadi angin kencang disertai gelombang tinggi sehingga ia sempat meminta anak buahnya menarik jangkar agar menepi. Namun angin kencang disertai gelombang tinggi membuat tali jangkar masuk ke propeller (baling-baling) perahu motor.
Di tengah terpaan gelombang, mereka memperbaiki tali jangkar.
“Kami tidak putus asa. Kami tetap bertahan memperbaiki propeller namun tak berhasil,” katanya.
Ia pun mengontak keluarganya di Lasiana untuk melapor ke kantor SAR agar mereka bisa segera ditolong.
Pantauan VN, usai KN SAR Antareja 233 tiba di Dermaga Navigasi Kupang, Kepala Kantor SAR Kupang Emi Freezer menyerahkan tiga nelayan ke keluarga mereka.
Pihak keluarga yang datang menyambut tampak terharu dan menangis. (mg-10)