Perahu Milik Nelayan di Lasiana Rusak Berat Dihantam Gelombang

berbagi di:
img-20210403-wa0035

 

Warga bergotong royong menarik perahu milik nelayan di Lasiana ke bibir pantai. Perahu-perahu tersebut rusak berat dihantam gelombang yang tinggi, Sabtu (3/4). Foto:Kekson Salukh/vn.

 

 

Kekson Salukh

 

PULUHAN unit perahu milik nelayan di Pantai Lasiana, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, kota Kupang rusak parah dihantam gelombang tinggi.

Ketua RT Perumahan Nelayan Lasiana, Doris Ndun, kepada VN menjelaskan, gelombang tinggi itu terjadi akibat curah hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda pulau Timor sejak Sabtu, (3/4) pagi.

Selain puluhan unit perahu, lanjut Doris yang berprofesi sebagai nelayan itu, puluhan bagan tanam milik nelayan juga rusak parah dihantam gelombang tinggi.

“Saya hanya mau bilang ini tahun badai terbesar sepanjang sejarah kami di sini sebagai nelayan. Hancur semua usaha para nelayan seperti puluhan bagan tanam dan puluhan unit kapal perahu hancur parah akibat dihantam badai gelombang tinggi sejak dini hari,” tandasnya.

img-20210403-wa0032

Akibatnya, nelayan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Kerugian itu sampai ratusan juta bahkan sampai miliar, karena isi bagan tanam itu biasanya satu genset yang kapasitas daya 1 kilometer, bola lampu besar putih sekitar 10-12 buah, 1 jaring berukuran 10-15 meter, bambu tanam bagan terdiri dari 10-130 buah, tali kecil dan tali besar, serta kabel putih dengan panjang 10-15 meteran, ditambah puluhan kapal perahu nelayan yang rusak parah,” bebernya.

Ia berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi NTT maupun pemerintah Kota Kupang melalui dinas terkait segera mengambil tindakan penanganan.

“Kapal-kapal itu kebanyakan di bawah 5 GT dan sedang bersandar, lalu terkena hantaman ombak besar. Kita berharap pemerintah segera mengambil tindakan penanganan,” pintanya.

Terpisah, Lurah Lasiana, Welem Bentura mengaku sedang mendata jumlah kapal dan bagan tanam milik nelayan Lasiana yang rusak dihantam badai gelombang tinggi.

“Setelah di data kita sampaikan ke Dinsos dan BPBD Kota untuk ditindak lanjut,” ujarnya. (yan/ol)