Perampok Kembali Beraksi, Sembilan Ekor Kuda Hilang

berbagi di:
20190810_111030
Sejumlah anggota keluarga korban penganiayaan dan perampokan di wilayah Kecamatan Lewa, saat berada di depan ruang UGD, RSUD Umbu Rara Meha, Sabtu (10/8). Foto; Jumal Hauteas/VN
Jumal Hauteas
Sekelompok perampok kembali beraksi di Desa Kambata Wundut, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/8) dini hari. Kelompok perampok yang diperkirakan lebih dari 10 orang ini menggunakan topi ninja dan berhasil membawa kabur sembilan ekor kuda, dan melukai satu ekor kerbau yang terikat di kandang ternak milik korban.
Selain membawa kabur sembilan ekor kuda dan memotong leher kerbau milik korban, para perampok ini juga melukai pemilik ternak, Aris Habaita Herung dengan menggunakan senjata tajam, sehingga Aris harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Aris menderita sejumlah luka serius di sekujur tubuhnya akibat sabetan benda tajam.
Kepada VN di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha, Aris menjelaskan ia baru saja kembali dari rumahnya di kampung yang berjarak sekitar dua kilo meterĀ  dengan rumah di padang tempat dirinya menjaga ternak kuda, dan kerbau bersama kakaknya. Namun baru beberapa saat masuk rumah dan hendak beristirahat, kawanan perampok ini datang dan langsung berteriak minta dibukakan pintu.
“Saya baru saja sampai dan mau langsung tidur. Tapi mereka (rombongan perampok) panggil suruh buka pintu. Jadi saya firasat mereka ini perampok, karena mereka panggil pake teriak-teriak. Jadi saya langsung ambil parang dan jaga di pintu depan,” jelasnya.
Namun karena hanya dirinya lelaki dewasa di rumah, Aris kesulitan dan tidak bisa mempertahankan diri, karena jumlah perampok yang banyak. Kawanan perampok menyerangnya dengan parang dari berbagai arah rumah gedek milikinya, termasuk dari bawah rumah panggungnya.
“Karena rumah gedek dan rumah panggung, jadi mereka perampok ada yang tusuk dari bawah, sehingga mengenai kaki korban, dan pintu belakang yang sempat dijaga oleh ponakannya yang masih kecil ditinggalkan karena takut. Jadi perampok mereka masuk dari pintu belakang dan potong korban dari belakang, sehingga ada luka di kepala dan bahu korban,” jelas sepupu korban, Eduard Nggau Behar yang menjaga korban di RSUD Umbu Rara Meha, Sabtu (10/8).
Eduard mengatakan Aris sebenarnya tidak sendirian karena ada ponakannya dan juga istri kakaknya yang memiliki bayi yang baru berumur beberapa bulan. Namun syukurlah hanya Aris yang mendapat penganiayaan dari kawanan perampok tersebut. Sedangkan istri kakaknya dan dua ponakkannya selamat.
“Istri kakaknya menyelamatkan anaknya dengan menggulung anaknya yang besar di dalam tikar, kemudian diduduki sambil menggendong bayinya. Jadi istri kakaknya angkat tangan minta tolong jangan dianiaya, sehingga hanya Aris saja yang jadi korban,” jelas Eduard sambil menambahkan korban dan istri kakaknya tidak bisa meminta tolong warga sekitar karena rumah yang berjarak cukup jauh, dan takut para perampok makin nekat menghabisi merek semua, jika berteriak minta tolong.
Aris kemudian baru merangkak keluar rumah dan mencari pertolongan dari rumah-rumah warga terdekat setelah rombongan perampok ini pergi meninggalkannya dalam kondisi tidak berdaya karena menderita sejumlah luka serius di sekujur tubuhnya. Korban kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Lewa, Sabtu (10/8) dini hari, dan setelah mendapatkan pertolongan pertama, korban dirujuk ke RSUD Umbu Rara Meha untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Mengenai jumlah ternak yang hilang, Eduard menuturkan, setelah melakukan pencarian dan pengecekan jumlah ternak di kandang, hingga Sabtu siang, diyakini kawanan perampok itu berhasil membawa kabur sembilan ekor kuda dari 17 ekor kuda milik korban. Sedangkan seekor kerbau yang diikat di sekitar rumah itu juga terkena sabetan parang di leher dan keselamatan kerbau tersebut juga terancam. “Kami sudah cari, ternyata ada sembilan kuda yang hilang, sedangkan kerbau kena potong dan antara hidup atau mati,” jelasnya.
Eduard berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur, Pemprov NTT dan pihak keamanan, bisa melihat kejadian ini untuk mencari solusi terbaik, agar tidak terus ada korban perampokan di wilayah mereka. Pasalnya, Aris merupakan korban ketiga dari aksi perampokan yang terjadi di wilayah Kecamatan Lewa di tahun 2019 ini. “Kampung kami memang tidak aman sekarang, jadi kami berharap pemerintah baik kabupaten maupun provinsi, dan juga pihak keamanan bisa berkoordinasi untuk memberikan rasa aman bagi kami masyarakat peternak di Lewa,” harapnya.
Pantauan VN, Sabtu (10/8) korban sedang ditangani oleh pihak medis di ruangan UGD RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. Tampak korban memiliki luka di hampir seluruh bagian tubuhnya, yakni kepala, bahu, belakang, hingga kedua kakinya. Bahkan kaki kiri korban harus menggunakan penjepit karena tulang kakinya ada yang retak atau patah. Walau demikian, korban masih sadarkan diri dan masih bisa berkomunikasi dengan keluarganya, maupun petugas medis yang sedang memberikan pertolongan medis.(bev/ol)