Perangi Radikalisme dan Bahaya Laten Komunisme, Kodim Gelar Komsos Bersama Sejumlah Elemen

berbagi di:
img-20201119-wa0018

 

Peserta Komsos saat mengikuti kegiatan di aula Kodim 1618/TTU.

 

 

 

Gusty Amsikan

 
DALAM rangka mencegah bahaya laten komunisme dan pengaruh radikalisme Kodim 1618/TTU menyelenggarakan kegiatan pembinaan komunikasi sosial cegah tangkal radikalisme/separatisme. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pendidikan dan informasi dini bagi masyarakat agar mengantisipasi ancaman dan pengaruh yang membahayakan masyarakat serta menjerumuskan masyarakat dalam bernegara.

Kegiatan yang mengusung tema Merawat Kebhinekaan untuk Tangkal Radikalisme/Separatisme dalam Bingkai NKRI, menghadirkan sejumlah pihak seperti Purnawirawan TNI, Anggota FKPPI Kabupaten TTU, Anggota Banser Kabupaten TTU, Perwakilan Sanggar Tari Sandalwood, dan Perwakilan PMKRI Kabupaten TTU.

Dandim 1618/TTU, Letkol Arm. Roni Junaidi, ketika diwawancarai media ini, Kamis (19/11) di Kefamenanu mengatakan pihaknya menggelar kegiatan pembinaan komsos cegah tangkal radikalisme/separatisme Kodim 1618/TTU Tahun Anggaran 2020 di Aula Makodim 1618/TTU, bertema ‘Merawat Kebhinekaan untuk Tangkal Radikalisme/Separatisme dalam Bingkai NKRI’.

Menurut Junaidi, pihaknya menyampaikan sosialisasi kepada kelompok masyarakat sekitar seperti FKPPI, purnawirawan TNI, Banser Kabupaten TTU, perwakilan sanggar tari sandalwood, Perwakilan PMKRI Cabang Kefamenanu, tentang bahaya radikalisme atau bahaya komunisme yang pernah ada di Indonesia.

Lanjut Junaidi, dengan menyampaikan bahaya tersebut, pihaknya bisa mengantisipasi terjadinya penyebaran paham radikalisme dan separatisme melalui media massa, online dan media sosial lainnya. Dengan demikian masyarakat tidak terpengaruh dengan paham paham tersebut. Apabila masyarakat tidak terpengaruh, maka jika ada kelompok yang menyebarkan paham paham tersebut masyarakat bisa mengantisipasi dengan melaporkan kepada polisi atau kepada TNI,  sehingga tidak ada warga masyarakat yang terpengaruh dengan paham paham radikal atau paham paham komunis.

“Komunisme itukan bahaya laten dan dia bisa muncul sewaktu-waktu. Jadi kalau fenomena secara wilayah khusunya wilayah kita memang belum ada tetapi pengaruh dari media digital atau media sosial dan media online lainnya, bisa berada di sekitaran kita karenakan semua orang bisa mengakses internet. Sehingga berawal dari kejadian itu, sehingga kita perlu terus saling menyadarkan karena bahaya komunisme, radikalisme yang menjadi teroris bisa membahayakan,”imbuhnya.

Ia menambahkan, kegiatan komunikasi sosial yang digelar pihaknya juga bertujuan terus menjalin komunikasi dan hubungan baik antara Kodim bersama seluruh masyarakat agar saling bahu membahu dalam memerangi pengaruh radikalisme dan bahaya telaten komunisme. (Yan/ol)