Perayaan Nyepi 1942 Tetap Dilaksanakan Namun Tidak Libatkan Banyak Orang

berbagi di:
foto-hal-01-headshoot-wayan-darmawa

 

 

 

Sinta Tapobali

Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942 yang jatuh pada Rabu 25 Maret 2020 dengan berpedoman pada pelaksanaan yang telah ditetapkan oleh
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Nusa Tengggara Timur.

Beberapa pedoman ini telah diputuskan dalam rapat bersama PHDI NTT pada 18 Maret 2020 dimana perayaan Hari Suci Nyepi tahun Saka 1942 tetap dilaksanakan namun tidak melibatkan umat Hindu dalam jumlah yang banyak.

Hal ini disampaikan Ketua PHDI NTT, Wayan Darmawa ketika dihubungi VN, Selasa malam.

“Upacara Melasti, Tawur Kesanga dan Nyepi besok adalah wajib dilaksanakan.
Namun ,untuk menghindari penyebaran Covid19, setiap daerah tidak melakukan kegiatan hari suci Nyepi yang melibatkan umat Hindu dalam jumlah yang banyak. Mengutamakan kegiatan di Pura atau rumah dan upacara yang dilakukan hanya yang utama saja sesuai peraturan yang telah disepakati,” jelasnya.

Hari Suci Nyepi atau dikenal dengan Nyepi Sipeng ini dilaksanakan sehari penuh mulai pukul 06.00 Wita – 06.00 Wita keesokan harinya.

“Besok semua umat Hindu akan berada di dalam rumah untuk berdoa, sehari penuh 24 jam, tidak boleh keluar dan bepergian kemana-mana, tidak menyalahkan api/lampu,” jelasnya. (bev/ol)