Perbaikan Jembatan Semangka I Dicoret karena Defisit Anggaran

berbagi di:
img-20210110-wa0006

 

Kondisi Jembatan Semangka I yang semakin memprihatinkan.

 

 

 

Gusty Amsikan

 

 
DINAS Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP), Kabupaten TTU harus mengurungkan niat pembangunan Jembatan Semangka I Kefamenanu Selatan yang terletak di ruas jalan menuju Terminal Kefamenanu. Hal tersebut lantaran rencana pembangunan jembatan tersebut dirasionalisasi dari daftar RAPBD 2021 lantaran adanya defisit APBD. Masyarakat Kota Kefamenanu diminta tetap bersabar meskipun kondisi jembatan tersebut tidak layak digunakan lagi.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas PRKPP Kabupaten Timor Tengah Utara, Anton Kapitan, kepada media ini, Minggu (10/1) di Kefamenanu.

Kapitan mengatakan sesuai dengan rencana kegiatan yang ada, pihaknya telah mengajukan usulan rencana pembangunan Jembatan Semangka I Kefamenanu Selatan yang terletak di ruas jalan menuju Terminal Kefamenanu. Pihaknya menganggarkan anggaran pembangunan jembatan tersebut dalam RAPBD sebesar 1 miliar rupiah. Sesuai rencana, pembangunannya akan direlaisasikan di tahun 2021.

Sayangnya setelah dilakukan rasionalisasi RAPBD, salah satu item rencana kegiatan yang ikut didrop adalah pembangunan jembatan tersebut. Berdasarkan argumentasi yang dibangun oleh TAPD, rasionalisasi RAPBD dilakukan lantaran terjadi defisit APBD.

“Setelah kami terima RAPBD untuk proses DPA ternyata tidak muncul lagi jembatan Semangka 1 ini. Setelah kami tanya ke bagian keuangan, ternyata didrop lantaran defisit APBD. Saya tidak tahu persis berapa defisitnya. Padahal sudah kita ajukan untuk pembangunan jembatan tahun 2021,”jelasnya.

Menurut Kapitan, pembangunan Jembatan Semangka I seharusnya diprioritaskan. Pasalnya, kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk dimanfaatkan oleh pengguna jalan. Apalagi jembatan tersebut berada di ruas jalan yang arus lalu lintasnya cukup padat. Masyarakat diminta bersabar dan tetap berhati-hati ketika melintasi jembatan tersebut.

“Harapan kita setelah perbaikan jalan ikutannya adalah perbaikan jembatan karena kondisinya tidak layak lagi untuk dimanfaatkan pengguna jalan. Kemudian berada di jalur yang arus lalu lintasnya cukup padat. Hanya setelah kita ajukan mungkin kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan, jadi masyarakat harus bersabar. Kita juga tidak bisa buat apa-apa,”pungkasnya. (Yan/ol)