Perhotelan Optimistis Songsong New Normal

berbagi di:
img-20200601-wa0042

 

 

 

 

Putra Bali Mula

Para pelaku usaha, khususnya perhotelan di Kota Kupang yang terpukul pandemi Covid-19 optimistis bisnisnya akan kembali pulih saat ataupun setelahdiberlakukannya new normal 15 Juni mendatang. Namun, mereka berharap pemerintah melahirkan kebijakan dan regulasi yang mendukung proses pemulihan ekonomi.

Demikian intisari pandangan dan harapan yang disampaikan General Manager Hotel Aston Kupang Deddy S Thalib dan GM Hotel Naka Deddy Angkiriwang secaraterpisah kepada VN, Jumat (5/6) kemarin.

Deddy S Thalib menyebutkan, tingkat kunjungan hotel selama kurang lebih tiga bulan (Maret-Juni) selama pandemi Covid-19 yang menerjang NTT, sangat jauh.

Manajemen, lanjut Deddy, bahkan sempat merumahkan sejumlah karyawan karena manajemen berada dalam situasi bisnis yang sulit untuk mendapatkan profit selama pandemi.

“Untuk itu dengan new normal diharapkan bisnis ini pulih. Karena itu  bersama-sama masyarakat mari kita lebih sadar mengantisipasi Covid-19,” katanya.

GM Hotel Naka Deddy Angkiriwang yakin Covid-19 masih akan berdampak pada bisnis perhotelan di awal penerapan new normal. Karena proses menuju pemberlakukan new normal, terutama pemulihan sektor pariwisata, butuh terobosan kebijakan pemerintah.

Selain itu, pemerintah perlu mengeluarkan aturan jelas terkait pelaksanaan kegiatan dan hal lainnya yang diterapkan di hotel-hotel pada masa new normal.

Tidak hanya itu, ia juga menilai masyarakat perlu terus diedukasi oleh pemerintahan terkait aktivitas selama new normal, terutama pada bidang pariwisata dan perhotelan.

“Karena tidak tiba-tiba dalam sekejap semua bisa pulih dan tentunya new normal ini juga butuh waktu sampai bisnis perhotelan bisa benar-benar kondusif untuk pulih kembali,” pungkasnya.

 

 

Draf Protokol
Sementara itu, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTT sudah menyiapkan langkah-langkah pembukaan pariwisata di era new normal dengan merumuskan draft protokol pelayanan wisata di NTT. “Draft merupakan masukan dari industri pariwisata seperti Asita, PHRI, HPI, Dive Operator dan Kapal Wisata,” kata Ketua BPPD NTT  Rocky Pekujawang di Kupang, Selasa (2/6).

Rocky menegaskan, Protokol Pelayanan Wisata ini penting agar menjadi panduan bagi pelaku wisata dan juga ada jaminan bagi wisatawan dalam hal kesehatan, keamanan, dan kebersihan ketika berkunjung di setiap destinasi di NTT. Draft yang diusulkan meliputi protokol pelayanan bagi pemandu wisata, pelayanan di hotel, restoran dan rumah makan, di objek wisata serta diving dan kapal wisata. “Draft tentang Pelayanan Wisata saat new normal sudah kami serahkan kepada Kadis Pariwisata Propinsi NTT. Kami berharap segera di SK kan agar bisa berlaku di seluruh NTT,” ucapnya.

Kadis Pariwisata NTT Wayan Darmawa menjelaskan, salah satu kesimpulan rapat teknis terpadu persiapan pembukaan kembali destinasi wisata di NTT adalah, Disparekraf menyiapkan rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) protokol kesehatan pariwisata.

Usai menerima draft dari BPPD NTT, Wayan menilai draf sangat baik dan menjadi bagian penting rancangan Pergub, lebih-lebih belum ada aturan standar new normal yang ditetapkan dalam produk hukum. “Kita berharap pergub soal ini segera keluar agar ada kepastian dalam pelaksanaan kegiatan wisata di seluruh wilayah NTT,” ucap Wayan. (mg-06/btn/R-4)