Peringati Hari Buruh, Pena Batas Sambangi Lansia di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

berbagi di:
img-20200501-wa0011

 

 

 

 

Mutiara Malahere

Memperingati Hari Buruh Internasional, Persatuan Jurnalis Perbatasan RI-RDTL (Pena Batas) menyatakan kepedulian kepada sejumlah warga lanjut usia (Lansia) terdampak Covid-19 di garis batas Indonesia-Timor Leste tepatnya di Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/4).

Warga lansia tersebut berdomisili pada empat desa antara lain Dirun, Leowalu, Duarato dan Makir yang dilintasi jalur sabuk merah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Pantauan VN, Ketua Pena Batas RI-RDTL Evan Dile Payong bersama sejumlah wartawan didampingi Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Lamaknen, Benediktus Boko mendatangi para lansia di kediaman masing-masing dan membagikan paket sembako juga masker bagi warga.

Paket sembako yang dibagikan antara lain beras, minyak goreng, minuman sereal, dan sabun mandi serta masker sesuai jumlah anggota keluarganya.

Warga Dirun, Emiliana Lenuk (68) mengungkapkan terima kasih atas perhatian dari para wartawan Belu yang telah meluangkan waktu mengantarkan bantuan langsung ke rumahnya. Apalagi saat pandemi Covid-19 melanda, pemerintah menginstruksikan semua warga untuk tetap berada di rumah saja, sehingga dirinya tidak berkebun seperti biasanya.

“Bantuan sembako ini sangat bermanfaat karena kami tidak lagi pergi kerja kebun saat isu Covid-19 dan pemerintah larang keluar rumah kecuali membeli bahan makanan di pasar dan keperluan penting lainnya, sehingga hal ini membuat kami susah karena tidak ada sesuatu yang bisa kami hasilkan jual untuk bertahan hidup,” ungkap Emiliana.

Gabriel Ati (72), Warga Leowalu mengungkapkan rasa bahagia dan terharu atas kepedulian para wartawan yang telah datang mengunjungi sekaligus memberikan bingkisan sembako kepada para warga lansia termasuk dirinya.

“Saya senang karena masih ada para wartawan yang mau datang kunjungi kami di sini, terlebih membawa bingkisan sembako yang sangat bermanfaat bagi kami, Tuhan senantiasa memberkati,” ungkap Gabriel.

img-20200501-wa0007

Camat Lamaknen, Roni Mau Luma melalui Kepala Seksi Pemerintahan Benediktus Boko mengapresiasi niat tulus para wartawan Belu yang telah berbagi kasih bagi para lansia yang berdomisi di beberapa desa sekitar Garis Batas Indonesia-Timor Leste.

Benediktus menambahkan pemberian bingkisan sembako terkesan istimewa karena penerimanya kategori lansia yang kurang mampu secara ekonomi serta mengalami dampak Covid-19 sehingga tidak dapat melakukan rutinitas berkebun.

img-20200501-wa0004

“Warga Lamaknen termasuk para lansia hampir 80 persen bermata pencaharian sebagai petani sehingga ketika saat Covid-19 seperti ini, pemerintah membatasi aktivitas warga di luar rumah sehingga tidak dapat berkebun seperti biasanya, serta warga tidak memiliki penghasilan tetap sehingga bingkisan sembako ini sangat membantu menjawab kebutuhan warga,” ungkap Benediktus.

Ketua Pena Batas RI-RDTL, Evan Dile Payong mengungkapkan pihaknya meluangkan waktu mengunjungi para lansia terdampak Covid-19 di Lamaknen dengan membagikan masker dan bingkisan sembako.

img-20200501-wa0005

Baginya, bantuan sederhana tersebut masih jauh dari kata cukup namun pihaknya tulus dan ikhlas berbagi kasih dengan para lansia dengan memberi dari kekurangan.

“Kami peduli dengan masyarakat lansia di Lamaknen dan berusaha memberikan sesuatu yang bermanfaat berupa masker untuk mencegah Covid-19 dan bingkisan sembako untuk mengatasi dampak Covid-19, walau masih jauh dari kata cukup namun kami tetap berusaha maksimal untuk memberikan yang terbaik dari kekurangan kami,” ungkap Evan. (bev/ol)