Pertamina Imbau Masyarakat Waspada Info Loker Palsu

berbagi di:
kantor pertamina

 

Putra Bali Mula

PT Pertamina (Persero) mengimbau kepada masyarakat agar tidak termakan informasi palsu soal pembukaan rekrutmen yang mengatasnamakan Pertamina.

Hal tersebut disampaikan oleh Rustam Adji selaku Unit Manager Communication Relations and CSR Pertamina Jatimbalinus. Rustam kepada VN, melalui sambungan telepon Minggu (12/5) mengingatkan agar masyarakat mencermati benar-benar info lowongan pekerjaan (Loker) yang beredar di media sosial.

“Pesatnya penggunaan media sosial di Indonesia, seringkali digunakan segelintir orang untuk tindak kejahatan seperti penipuan yang merugikan masyarakat banyak. Penipuan dengan modus rekrutmen sangat marak terjadi, rekrutmen PT Pertamina (Persero) dan grup sering kali digunakan sebagai modus penipuan,” ungkapnya.

Rustam mengatakan masyarakat perlu memperhatikan beberapa hal jika menemukan informasi seperti itu. Ia mengatakan bahwa Pertamina tidak akan memungut biaya apapun dalam proses rekrutmen sehingga masyarakat tidak perlu mempercayai apabila ada oknum yang meminta biaya atas nama Pertamina. Rustam, lebih lanjut, memastikan bahwa informasi seperti itu jelas adalah palsu.

Dua hal lainnya yang perlu diketahui adalah sumber informasi dan email pengiriman dokumen atau berkas lamaran. Rustam menyebut bahwa seluruh informasi tentang Pertamina termasuk rekrutmen dapat diakses di website resmi Pertamina, www.pertamina.com. Selain dari itu, sebut Rustam, adalah info tidak benar atau hoax.

“PT Pertamina (Persero) tidak memungut biaya apa pun dalam proses rekrutmen. Setiap pengumuman mengenai rekrutmen akan dipublikasi melalui web resmi perusahaan yaitu www.pertamina.com serta akun-akun media sosial perusahaan,” jelasnya.

Kembali Rustam menyampaikan bahwa masyarakat dapat melakukan konfirmasi ke Pertamina langsung untuk memastikan info yang ditemukan di media sosial atau media lainnya tentang rekrutmen.

“Bisa hubungi call center Pertamina di 1500-000 atau email ke pcc@pertamina.com, untuk pertanyaan dan konfirmasi mengenai informasi rekrutmen PT Pertamina (Persero) dan grup,” jawab Rustam.

Astrid Pandie, salah satu warga yang menemukan informasi tersebut mengaku bahwa hal tersebut bisa merugikan banyak pihak baik Pertamina maupun pencari kerja. Kepada VN, Minggu itu, Astrid menyampaikan bahwa Info lowongan pekerjaan tersebut adalah kali keduanya ia temukan di media sosial.

“Ini kali kedua. Tapi memang kita tidak kena karena tidak percaya, masak Pertamina minta uang. Begitu kita langsung tanya ke kantor di Palapa itu mereka bilang itu tipu. Jadi yang kedua ini tinggal kita hubungi Pertamina saja,” ujarnya.

Menurutnya pengalamannya, Astrid mengaku informasi seperti ini biasanya marak saat mendekatiku pengumuman kelulusan tingkat SMA.

“Biasanya menjelang anak-anak SMA lulus itu info lowongan yang masuk itu banyak. Bukan Pertamina saja, yang lain juga ada,” terang gadis yang kini berwirausaha di bilangan Oebufu tersebut. (mg-06/E-1)