Pertandingan O2SN dan FLS2N SD Mulai Hari Ini

berbagi di:
20190515_184001

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur Ruben Nggulindima memberikan arahan kepada para peserta O2SN dan FLS2N dalam acara pembukaan di aula pertemuan Dinas Pendidikan setempat, Rabu (15/5) malam. Foto: Frangky Johannis/VN

 

 

Frangky Johannis

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang SD tingkat Kabupaten Sumba Timur tahun 2019 mulai berlangsung Kamis (16/5). Acara pembukaan dilaksanakan di aula pertemuan Dinas Pendidikan setempat, Rabu (15/5) malam.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur Ruben Nggulindima mengatakan, tujuan pendidikan membentuk manusia yang utuh, tidak hanya soal knowledge (pengetahuan) tetapi juga karater siswa. Olahraga dan seni penting untuk membentuk karakter siswa yang disiplin, jujur, sportif, objektif, menghargai orang lain, serta memupuk rasa persaudaraan dan persatuan.

Ruben menjelaskan O2SN dan FLS2N bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga dan seni serta membina dan mempersiapkan olahragawan berprestasi sejak usia dini, mengembangkan jiwa sportivitas, kompetitif, rasa percaya diri, dan tanggung jawab, memberikan wadah untuk berkreasi dengan menampilkan karya kreatif dan inovatif bagi peserta didik SD dalam pengembangan diri secara optimal, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan, serta mengembangkan ekspresi seni sesuai norma budi pekerti dan karakter peserta didik.

Pelaksanaan O2SN dan FLS2N ini, merupakan barometer untuk mengukur pembinaan pendidikan olahraga dan seni yang selama ini telah dilakukan satuan pendidikan dan gugus pendidikan.

“Pembinaan yang dilakukan satuan pendidikan dan gugus pendidikan diukur dalam O2SN dan FLS2N, untuk menilai apakah berbagai bakat, talenta, dan kemampuan anak-anak didik mampu mencapai prestasi atau tidak,” katanya.

Ia berpesan, segenap atlet memanfaatkan kesempatan O2SN dan FLS2N harus bertanding dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas serta rasa kebersamaan. Selain itu, para guru yang akan bertindak sebagai wasit dan juri, harus menghindari subjektivitas dan mengutamakan objektivitas agar tetap menjaga kebersamaan.

Menurutnya, cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni hanya tiga dikarenakan terjadi revisi dalam DPA dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Tahun ini kita mengalami defisit, sehingga ada pemangkasan sejumlah kegiatan pembinaan minat dan bakat, termasuk O2SN dan FLS2N. Namun, kita berharap tahun 2020 ditingkatkan lagi jumlah cabang yang dilombakan,” ujarnya.

Kabid Pembinaan SD Domi Panjukang mengatakan, O2SN dan FLS2N tahun 2019 ini dilaksanakan selama tiga hari mulai dari Kamis (16/5) hingga Sabtu (18/5), dengan mempertandingkan satu cabang olahraga dan dua cabang seni, yakni sprint gawan, lompat katak, lempar turbo, dan formula 1 untuk cabang olahraga, serta menyanyi tunggal (solo) dan tarian kreasi baru untuk cabang seni.

Domi menambahkan, hasil yang diharapkan adalah adanya peningkatan kondisi kesehatan jasmani siswa di sekolah, sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas akademis, terpilihnya siswa terbaik dalam bidang olahraga dan seni sebagai bibit unggul atlet, dan terjalinya persatuan dan kesatuan antarsiswa di Sumba Timur. (bev/ol)