Perum Bulog Jamin Stok Gula Mampu Penuhi Permintaan Pasar

berbagi di:
img-20200518-wa0019

Beberapa pedagang yang bermitra dengan Bulog Divre NTT

 

 

 

Sinta Tapobali

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional (Divre) NTT menjamin ketersediaan stok gula pasir yang belakangan ini langka dan mahal di pasaran.

“Saat ini stok 75 ton dan dalam perjalanan 275 ton dan ini akan segera masuk. Stok ini mampu untuk penuni permintaan pasar,” jelas Kasie Sekretariat Umum dsn Humas Bulog Divre NTT, Zulkarnaen ketika ditemui VN, Senin (18/5).

Menurutnya, dengan mencukupinya stok gula, Bulog menjamin bahwa harga gula pasir produk bulog dijual dengan Harga Eceran Terendah (HET) Rp 12.500.

Harga maksimal ini diberikan kepada pedagang yang bermitra langsung dengan Bulog untuk dijual kepada konsumen. Jika pedagang yang bermitra dengan Bulog menjualnya di atas HET yang ditentukan maka akan ditindaklanjuti oleh Tim Satgas Pangan.

“Yang bisa dikendalikan hanyalah pedagang yang bermitra dengan Bulog dan ketentuam harga eceran di pasar sebesar Rp 12.500. Kita tidak bisa mengendalikan semua pedagang di pasar, kita hanya bisa mengendalikan pedagang yang menjual produk bulog saja,” jelasnya menanggapi harga gula yang masih dijual Rp 20.000 per kg di pasaran.

Menurutnya, saat ini beberapa pedagang di pasar di Kota Kupang seperti Naikoten 1, Oebobo dan Oeba sudah bermitra langsung dengan Bulog. Sehingga bagi masyarakat yang ingin membeli gula dengan harga Rp 12.500 maka bisa datang langsung ke sejumlah toko tersebut.

“Yang di pasar Naikoten itu ada Kios Alan Jaya dan Kios Restu. Pasar Oebobo namanya Kios Mitra. Pasar Oeba itu namanya Kios Jaya Indah dan Kios Marny,” jelasnya merekomendasikan.

Selain itu, setiap hari selalu ada petugas Bulog yang turun ke pasar untuk melakukan survei harga sembako, sekaligus mencari dan menawarkan kemitraan dengan para pedagang.

“Jika pedagang berminat maka petugas langsung antarkan,” paparnya. (bev/ol)