Perusahaan Wajib Daftar Karyawan jadi Peserta BPJS Kesehatan

berbagi di:
img-20190731-wa0021

Kajari Sumba Timur, Setyawan Nur Chaliq dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Try Wayudin usai menandatangani MoU tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara, di ruang pertemuan lantai dua BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Rabu (31/7). Foto: Jumal Hauteas/VN

 

 

Jumal Hauteas
Perusahaan wajib mendaftarkan semua karyawan sebagai peserta BPJS Kesehatan dan membayar iurannya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumba Timur, Setyawan Nur Chaliq menegaskan hal ini dalam permuan forum koordinasi pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan tahap I, Kabupaten Sumba Timur tahun 2019, dan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara BPJS Kesehatan Cabang Waingapu dengan Kejaksaan Negeri Sumba Timur, tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara, yang berlangsung di ruang pertemuan lantai dua, Kantor BPJS Kesehatan Cabang Waingapu dengan, Rabu (31/7).

Ia menegaskan, pihaknya melakukan pertemuan ini sebagai bagian dari upaya membangun koordinasi dan kolaborasi dalam memberikan kepastian kepada perlindungan kesehatan tenaga kerja yang ada di Sumba Timur saat ini.

Forum ini harus bisa memastikan semua pekerja di Sumba Timur terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Kajari Sumba Timur, Setyawan Nur Chaliq dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Try Wayudin menandatangani MoU tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara, di ruang pertemuan lantai dua BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Rabu (31/7). Foto: Jumal Hauteas/VN
Kajari Sumba Timur, Setyawan Nur Chaliq dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Try Wayudin menandatangani MoU tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara, di ruang pertemuan lantai dua BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Rabu (31/7). Foto: Jumal Hauteas/VN

“Kita ini lakukan rakor bersama semua pihak terkait, termasuk Nakertrans, DPMPTSP, dan juga BPJS Kesehatan, dan Apindo untuk memastikan semua tenaga kerja kita yang dipekerjakan di Sumba Timur, terlindungi pelayanan kesehatannya dari BPJS Kesehatan, yang didaftarkan dan dibayarkan iurannya oleh perusahaan. Jangan sampai ada lima pekerja, didaftarkan dua, atau tidak didaftarkan semua,” jelasnya.

Langkah kolaborasi ini menurut Setyawan juga dilakukan agar memastikan kesesuaian data dari semua pihak terkait, sehingga tidak ada yang terlewatkan. “Kita kolaborasi, karena kalau masing-masing, pasti datanya bisa beda-beda. Jadi makanya kita sama-sama disini,” tandasnya.

Kajari Sumba Timur, Setyawan Nur Chaliq saat memimpin rakor bersama BPJS Kesehatan Cabang Waingapu dan pihak terkait tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara, di ruang pertemuan lantai dua BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Rabu (31/7). Foto: Jumal Hauteas/VN
Kajari Sumba Timur, Setyawan Nur Chaliq saat memimpin rakor bersama BPJS Kesehatan Cabang Waingapu dan pihak terkait tentang penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara, di ruang pertemuan lantai dua BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Rabu (31/7). Foto: Jumal Hauteas/VN

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Try Wayudin kepada VN, Rabu (31/7) menjelaskan, saat ini data yang ada di BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, terdapat 300 perusahaan yang sudah terdaftar dan mendaftarkan tenaga kerjanya sebagai peserta BPJS Kesehatan. Namun, terdapat 126 perusahaan baru yang diperoleh terdata beroperasi di Sumba Timur, dan mempekerjakan 1195 tenaga kerja yang belum didaftarkan perusahaan maupun tenaga kerjanya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan yang ada untuk segera mendaftarkan perusahaan maupun tenaga kerjanya.

“Data yang masuk dari OSS itu ada 128 perusahaan dengan 1195 tenaga kerja. Tetapi setelah kita diskusikan dengan DPMPTSP tadi, ada beberapa perusahaan yang baru ada ijinnya, tetapi belum beroperasi. Jadi nanti kita lihat datanya hari senin (5/8) untuk kita ketahui data persisnya berapa banyak,” jelasnya.

Pantauan VN, Rabu (31/7) pertemuan diakhiri dengan penandatanganan MoU oleh Kajari Sumba Timur, dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Waingapu,

Sejumlah pejabat turut hadir diantaranya, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Transmigrasi, dan Tenaga Kerja, Kabupaten Sumba Timur, Umbu Hapu Mbeju, perwakilan dari Apindo, serta sejumlah pejabat BPJS Kesehatan Cabang Waingapu lainnya.(bev/ol)