Peserta Festival Seni Nasional Ikut Karnaval Nusantara

berbagi di:
Direktur Pembinaan SMA/SMK Kemendikbud RI Dr Thamrin Kasman (tengah) foto bersama para juara kategori Penyanyi Solo SMK usai acara penyerahan hadiah penutupan FLS2N 2017 Kupang di Aston Hotel, Kamis (28/9) malam. (Ki-ka) Siti Nurmala SMKN 2 Pandeglang, Niken Nomeni SMKN 1 Soe, TTS, dan Putu Rosalina Adnyani SMKN 3 Denpasar, Bali.

Direktur Pembinaan SMA/SMK Kemendikbud RI Dr Thamrin Kasman (tengah) foto bersama para juara kategori Penyanyi Solo SMK usai acara penyerahan hadiah penutupan FLS2N 2017 Kupang di Aston Hotel, Kamis (28/9) malam. (Ki-ka) Siti Nurmala SMKN 2 Pandeglang, Niken Nomeni SMKN 1 Soe, TTS, dan Putu Rosalina Adnyani SMKN 3 Denpasar, Bali.

 
Mardhan Son

Para peserta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Kupang 2017 hari ini dijadwalkan Karnaval Nusantara yang akan diikuti seluruh peserta FLS2N dari 34 provinsi dalam nuansa kebudayaan serta perwakilan SMA se-Kota Kupang dalam seribu pakaian pramuka.

Karnaval budaya ini akan dilepas Plh Direktur Pendidikan Tingkat SMA/SMK Dr Thamrin Kasman dari titik start Swiss Belinn Hotel dan berakhir di restoran SubaSuka, Kupang, Nusa Tenggara Timur sebagai tempat penutupan kegiatan FLS2N sekaligus lokasi berlangsungnya ikrar generasi cerdas berkarakter.

Parade tersebut dimaksudkan untuk merajut kebersamaan dan menanamkan nilai budaya sebagai kekuatan bangsa yang pluralis serta mengukuhkan semangat empat pilar kebangsaan. Ikrar generasi cerdas berkarakter akan disaksikan langsung oleh Menteri Pndidikan RI melalui perwakilan para murid kategori SMA dan SMK.

“Parade ini untuk menggambarkan seluruh budaya yang ada di Indonesia melalui masing-masing pakaian daerah. Untuk ikrarnya nanti dari Aceh itu siswi dan dari Papua diwakili siswa untuk kategori SMA. Sedangkan kategori SMK diwakili perempuan dari Manado dan laki-laki dari Rote mewakili NTT,” demikian diuraikan Kadis Pendidikan NTT Yohana Lisapally di ruang kerjanya, Kamis (28/9).

Yohana berharap, festival lomba seni ini dapat membentuk karakter para peserta dan harapannya dapat menjadi motivasi tersendiri bagi para murid untuk terus berkarya di bidang seni melalui bakat dan talenta yang dimiliki.

“Anak-anak kadang berpikir kemampuan mereka sudah mumpuni sehingga membuat mereka kurang telaten dan disiplin dalam berlatih. Tapi lewat ajang ini mereka dihadapkan dengan provinsi lain yang memiliki kualitas diatas rata-rata sehingga ini bisa menjadi motivasi bagi mereka,” terangnya.

Selaku Ketua Panitia Pelaksana Daerah, Yohana juga mengapresiasi Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan RI yang telah memilih NTT sebagai tuan rumah penyelenggara FLS2N Tingkat Nasional ke-X. Karenanya, masukan positif dari pihak terkait diharapkan sebagai ajang evaluasi untuk even-even nasional mendatang.

“Terima kasih untuk Kementerian Pendidikan RI yang sudah memilih NTT sebagai tuan rumah penyelenggara. Tidak dipungkiri bahwa memang masih ada kekurangan-kekurangan kita namun ini menjadi ajang evaluasi bagi kita di dinas pendidikan sebagai leading sector,” imbuhnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan NTT Alo Min mengatakan, berakhirnya festival seni ini diharapkan menjadi media pembelajaran para kontingen guna mengetahui bakat dan potensi yang berdampak langsung pada pengembangan karakter.

“Dari sini anak-anak bisa belajar dari keberhasilannya dan juga bisa belajar dari kegagalannya. Lomba itu memberi ruang bagi anak-anak agar bakatnya itu dimunculkan dan memiliki karakter. Kriya misalnya, beberapa peserta mendesain rumah adat daerahnya. Itu yang penting. Cerdas tapi berkarakter,” paparnya.