Pesta Dibatasi, Usaha Wedding Organizer Terancam Bangkrut

berbagi di:
img-20210223-wa0059

Pemilik Wedding Organizer Miracle di Jalan W.J. Lalametik (Oebobo, Kota Kupang), Tommy Setiawijaya

 

 

Yosi Kameo

Pengusaha Wedding Organizer (WO) terancam gulung tikar setelah Pemerintah Kota Kupang  membatasi kegiatan pesta karena pandemi Covid-19.

Kepada VN, Selasa (23/2), beberapa pelaku bisnis WO di Kota Kupang mengaku bahwa niat mereka berbisnis mulai menurun karena pelanggan makin berkurang.

Pemilik WO Miracle di Jalan W.J. Lalametik (Oebobo, Kota Kupang), Tommy Setiawijaya mengaku semangatnya berbisnis di wedding organizer tidak lagi sama seperti dulu.

“Ya, kalau dulu pasti kejar-kejar pelanggan. Sekarang sudah tidak terlalu,” katanya.

Adapun penyebabnya, jelas Tommy, sebelum pandemi, para tuan pesta biasanya membutuhkan dekorasi karena banyak undangan.

“Dulu, habis pemberkatan nikah, biasa ke tempat pesta. Macam ke restoran atau hotel. Sekarang kan tidak begitu lagi karena tamu undangan juga dibatasi. Jadi tidak perlu banyak dekorasi. Paket yang ada juga hanya terhitung sampai pemberkatan nikah saja,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, berkurangnya pelanggan juga membuatnya memilih untuk lebih serius berbisnis lain, seperti cetak foto, fotocopy, dan cafe.

Meski begitu, ia berharap setelah pandemi berlalu, dirinya masih bisa kembali berbisnis di bidang WO.

“Untuk saat ini, bukan cuma kita saja, toko-toko yang lain juga terancam bangkrut. Jadi mungkin setelah pandemi, harapannya bisa serius kembali ke wedding organizer,” tandasnya.

img-20210223-wa0060

Sementara pemilik Wedding Shop di Jalan Prof. Dr. W.Z. Yohanes (Oebobo, Kota Kupang), Keny, justru berharap pemerintah tidak terlalu memperketat pembatasan pesta nikah.

Ia mengaku pemberlakuan pembatasan pesta nikah saat ini bukan bersifat membatasi, melainkan menghentikan pesta pernikahan itu sendiri.

“Surat edarannya bukan membatasi, melainkan menghentikan sementara. Ya, katong yang mata pencaharian di sini sonde dapat omzet. Memang ada pelanggan, tapi sedikit sekali,” ungkapnya.Lewat kepedulian pemerintah, tambahnya, seharusnya pelaku wedding organizer juga mendapat hak yang sama. “ Bisnis yang lain tetap jalan. Tetap ramai. Karena dong dibatasi sa, bukan dihentikan sementara. Jadi sebaiknya, diperbaharui lagi aturan-aturan itu supaya katong sonde bangkrut.” Tandasnya.