Petani Holoama Siapkan 13 Hektar Lahan untuk Program TJPS

berbagi di:
img-20200916-wa0006

 

Adrianus Adu (66), salah seorang pemilik lahan di Padang Tuakasio, Desa Holoama, didampingi Kadis Pertanian Rote Ndao Salmun Haning, diabadikan saat mengolah lahan tersebut, Rabu (16/9), untuk menyambut musim tanam Oktober-Maret melalui Program TJPS Gubernur VBL. Foto: Frangky Johannis/vn.

 

 

 
Frangky Johannis

 

WALAUPUN Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), baru mulai dilaksanakan di empat kabupaten di Pulau Timor dan tiga kabupaten di Pulau Sumba, namun
sejumlah petani di Kabupaten Rote Ndao yang karateristik tanahnya cocok untuk pertanian lahan kering juga menyambut baik Program TJPS.

Hal ini dilakukan para petani di wilayah terselatan NKRI tersebut dalam rangka merespons tantangan yang disampaikan Gubernur VBL yang didampingi Staf Khusus Toni Djogo dan David MS Pandie, saat melakukan kunjungan kerja di wilayah tersebut belum lama ini.

Pantauan VN, Rabu (16/9), di Padang Tuakasio, Desa Holoama, Kecamatan Lobalain, tiga unit traktor milik Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao mengolah lahan tidur tersebut menjadi areal tanam Program TJPS.

Adrianus Adu (66), salah seorang petani kepada VN menjelaskan, lahan seluas kurang lebih 13 hektare tersebut milik enam keluarga besar, yakni Adu, Ndun, Sina, Mandala, Nalle, dan Bessie.

Menurutnya, Padang Tuakasio ini dahulunya merupakan lahan pertanian, namun sudah tidak digarap sejak puluhan tahun lalu. Namun, dengan adanya Program Gubernur TJPS ini, pemilik lahan kini mempunyai harapan besar untuk bisa digarap secara berkesinambungan.

“Program Pak Gubernur ini bisa membangkitkan lahan tidur kami di sini. Kami berterima kasih juga kepada Bapak Lens Haning yang memotivasi dan memfasilitasi kami untuk bisa kembali mengolah lahan tidur ini menjadi lahan produktif. Terima kasih yang sama kami sampaikan pula kepada Kadis Pertanian dan jajarannya yang membantu mengolah lahan ini,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao Salmun Haning mengatakan, kalau pada tujuh kabupaten sasaran Program TJPS di Timor dan Sumba pengolahan lahan di fasilitasi Pemprov NTT, di Rote Dinas Pertanian yang membantu masyarakat mengolah lahan. Sementara kebutuhan benih, pupuk, dan obat-obatan difasilitasi dari Pemprov NTT. Juga pendampingan oleh tenaga penyuluh yang sudah ditempatkan di Rote Ndao.

Ketika ditanya terkait pagar untuk mengamankan lahan pertanian, kata Salmun, menjadi tanggung jawab pemilik lahan masing-masing. Hal ini dimaksudkan sebagai kontribusi masyarakat, sehingga masyarakat tidak bergantung sepenuhnys pada tidak bantuan pemerintah.

“Budaya di Rote ini di mana ada masyarakat di situ ada hewan, sehingga pembuatan pagar adalah komponen swadaya masyarakat untuk mendukung program ini. Jangan sampai selesai tanam hewan masuk dan selesai semua tanaman itu,” kata dia.

Menurut Salmun, selain di Desa Holoama ini, sekitar 30 hektar lahan di Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya, juga sudah difasilitasi pengolahan lahan masyarakat, dan sudah siap ditanam pada musim tanam Oktober 2020-Maret 2021. (yan/ol)