PIG NTT harus jadi Pusat Informasi Kegeologian di NTT

berbagi di:
img-20201120-wa0010

 

Asep Kurnia Permana
Kepala Bidang Geologi Sains

 

 

 
Sinta Tapobali

 

 
KEBERADAAN Pusat Informasi Geologi (PIG) di Museum NTT harus menjadi pusat informasi tentang warisan geologi yang ada di NTT. Hal ini diutarakan oleh Kepala Bidang Geologi Sains, Asep Kurnia Permana, dalam acara launching Pusat Informasi Geologi yang berlangsung di Museum NTT, Jumat (20/11) siang.

Asep dalam sambutannya mengatakan, badan geologi telah banyak melakukan penelitian di NTT dan hasil penelitian tersebut sudah sepantasnya diinformasikan dan disebarluaskan kepada masyarakat untuk diketahui dan dijadikan dasar dalam pembangunan berencana dan berkelanjutan di masa yang akan datang.

Menurutnya begitu banyak data dan informasi geologi yang ada di NTT yang memiliki kaitan erat dengan budaya dan hal itu perlu diketahui oleh masyarakat, agar masyarakat yang ada di NTT memiliki kebanggaan dengan warisan-warisan geologi yang ada di NTT.

Dari hasil riset yang dilakukan ditemukan begitu banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi konsep potensi wisata berbasis geologi. Keberadaan Pusat Informasi geologi ini menjadi salah satu dasar pondasi bagi masyarakat untuk mengetahui segala informasi yang berada di daerah lain yang ada di dalam wilayah NTT tanpa pergi ke daerah tersebut.

“Masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang kegeologian di NTT hanya dengan mengunjungi Pusat Informasi geologi dan ini sangat penting untuk perkembangan terutama perkembangan generasi muda yang ada di NTT untuk memahami apa itu geologi,” ujarnya.

Menurutnya geologi memiliki hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari seperti salah satu contoh yang ia utarakan misalnya, pada saat kita melihat mobil yang dapat berjalan kita harus tahu bahwa sumbernya itu dari minyak dan gas bumi yang merupakan proses dari geologi.

Dijelaskannya bahwa, Pembangunan Pusat Informasi geologi ini telah dimulai sejak tahun 2019, dan berkat kerja sama antara semua pihak maka Pusat Informasi geologi ini dapat dibangun dan launching di NTT pada hari ini.

Ia berharap agar Pusat Informasi geologi ini dapat dijadikan sebagai jendela informasi kepada masyarakat khususnya bagi masyarakat Kota Kupang dan masyarakat NTT pada umumnya sehingga menciptakan rasa bangga dan ke depannya dapat dikembangkan menjadi suatu objek pariwisata.

Dalam kesempatan ini ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTT dan mengapresiasi segala pihak yang ikut berkontribusi aktif dalam pembangunan Pusat Informasi geologi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pusat informasi bagi masyarakat ke depannya.

“Semoga kerja sama ini terus ditindaklanjuti antara badan geologi dan pemerintah NTT. Dan atas nama pribadi saya ucapkan selamat kepada seluruh masyarakat NTT khususnya kota Kupang karena telah memiliki pusat informasi geologi semoga keberadaannya ini dapat menambah manfaat bagi masyarakat dan menambah ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
NTT Kaya akan Warisan Geologi

Kepala Museum Geologi Bandung, Iwan Kurniawan dalam kesempatan yang sama, mengatakan bahwa dalam penelitian yang dilakukannya bersama rekannya di sejumlah daerah di NTT, di temukan begitu banyak benda-benda geologi yang ditemukan.

Menurutnya dalam penelitian yang ia lakukan bersama rekan-rekannya di cekungan Soa di temukan fosil dari seekor gajah purba atau stegodon yang mana replika dari gajah purba tersebut saat ini sedang di pajang di PIG NTT.

Selain fosil gajah purba atau stegodon, di cekungan Soa ini juga ditemukan beberapa penemuan lainnya seperti fosil manusia purba yang berusia 700.000 tahun yang lalu dan merupakan yang tertua di NTT dan diperkirakan sebagai nenek moyang dari manusia kerdil yang ada di Liang Bua. Adapula ditemukan fosil gajah kerdil, situs Tangih Talo, situs Wolosage dan situs Matamengge.

Selain itu di Laboan Bajo, juga ditemukan warisan geologi bebatuan yang unik dan berasal dari batuan gunung api yang membentuk pulau Rinca dan Pulau Komodo. Ada pula warisan geologi di sabu raijua yakni kelabba Maja.

“Warisan geologi yang satu ini sangat unik dan fenomenal dan sangat menarik perhatian ribuan wisatawan asing untuk datang ke sini karena batuan-batuan yang ada di sini terdiri dari beberapa warna yang unik yang terbentuk akibat dari proses geologi yang terjadi sejak ribuan tahun yang lalu,” ujarnya.

Warisan geologi lainnya ada di Pulau Sumba yakni pantai Wetubela, tebing batu waruna dan air terjun tanggedu. Yang mana bebatuannya terbentuk dari proses geologi yang terjadi beberapa ribu tahun yang lalu.

Warisan geologi lainnya juga ada di Pulau Timor yakni di gunung mutis. Menurutnya Gunung ini terbentuk dari berbagai macam batuan yang berasal dari laut kemudian karena proses geologi maka terdorong ke daratan dan terbentuk bebatuan setinggi 2500 meter di atas permukaan laut.

Ada pula warisan geologi di Kabupaten Kupang tepatnya di Amarasi yang mana ditemukan beberapa koleksi fosil yang umurnya mencapai 200 tahun dan saat ini sedang dipajang di pusat informasi geologi Kupang. Dan warisan geoologi lainnya ditemukan di cekungan Atambuah yang mana ditemukan batuan yang umurnya mencapai enam juta tahun yang lalu.

Menurut Iwan dari hasil temuan warisan-warisan geologi yang ada di Provinsi NTT, menunjukkan bahwa provinsi NTT memiliki warisan geologi yang begitu unik. (Yan/ol)