PLN Berhasil Pulihkan 26 Persen Listrik di NTT

berbagi di:
img-20210408-wa0124

Petugas PLN sedang berupaya memperbaiki jaringan listrik dengan resiko tinggi. Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

 

 

Maykal Umbu

Hingga Rabu (7/4), upaya PLN Wilayah NTT memulihkan layanan listrik bagi pelanggan yang terdampak badai tropis Seroja sudah membuahkan hasil.
Sesuai data PLN, baru 26 persen dari total 635.979 pelanggan terdampak yang listriknya sudah menyala. Sisanya dalam proses pemulihan.

Capaian pemulihan listrik itu dilakukan selama dua hari penuh, siang dan dn malam, Selasa (6/4) hingga Rabu (7/4). Pekerjaan masih berat karena sebanyak 467.897 pelanggan yang listriknya masih padam. Ini data resmi PLN yang dirilis pukul 18.00 Wita tadi malam.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko kepada VN, kemarin siang, mengatakan, hingga pukul 12.00 Wita kemarin, PLN telah berhasil memperbaiki 1.005 gardu dan 142.579 pelanggan telah mendapatkan saluran aliran listrik.

“Setelah kami pastikan kondisi pelanggan aman, kami mulai mengalirkan listrik ke rumah warga. Pararel kami terus percepat perbaikan tower miring dan jaringan yang rusak akibat diterjang badai seroja.” ucap Agustinus .

Dia mengatakan, sejumlah wilayah yang listriknya sudah menyala di antaranya Oepoi, Cak Doko, dan sebagian BTN Kolhua, Kabupaten Sumba Barat, Sumba Jaya, Ende, Ngada, Sikka, dan Flores Timur. Sementara Lembata dan Sumba Timur secara bertahap akan dipulihkan layanan listriknya. Selain itu PLN juga masih berupaya untuk bisa menembus wilayah yang masih belum bisa diakses.

“Salah satu kendala di lapangan yakni banyaknya daerah yang masih belum bisa ditembus petugas karena akses jalan rusak. kami kerahkan 442 personel untuk percepatan pemulihan kelistrikan,” jelasnya.
Resiko
Senior Manager Teknik PLN UIW NTT I Putu Sudarsa mengatakan, upaya yang dilakukan saat ini secara bertahap. Namun, masih ada keterlambatan secara teknis yakni memastikan jaringan dalam kondisi aman untuk diperbaiki dan tidak membahayakan para teknisi.

“Jadi dipastikan aman baru dilakukan pengisian tegangan. Jika belum, maka kami belum berani mengisi karena resikonya terhadap warga maupun petugas,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika dalam kondisi belum aman dilakukan pengisian tegangan, maka travo yang berada di tiang listrik dapat meledak.

“Jika meledak, maka berdampak pada mengenai masyarakat sekitar atau jika masih ada kabel yang terkelupas kemudian menyentuh tiang besi sehingga bisa menimbulkan kecelakaan. Itu yang tidak kami inginkan,” tegasnya.

Selain pemulihan kelistrikan, melalui YBM (Yayasan Baitul Maal) PLN juga memberikan bantuan di beberapa daerah yang terdampak seperti di Desa Lamahala Jaya dan Desa Waiburak Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.

PLN juga bekerjasama dengan relawan setempat membuka dapur umum di lokasi yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. (mg-21)