PLN NTT akan Selesaikan Masalah Instalasi Listrik di Desa Raka

berbagi di:
Personel PLN UIW NTT tampak sedang melakukan pengecekan teknis untuk menjamin pasokan listrik selama bulan Ramadhan. Foto: Humas PLN

Ilustrasi

 

Putra Bali Mula

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT akan menyelesaikan penyambungan listrik di Desa Raka, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat.

Hal ini disampaikan oleh Manager Komunikasi PLN UIW Unit Induk Wilayah NTT, Soelistyoadi Nikolaus kepada VN, Kamis ini (7/11).

Ia mengatakan PLN telah berkoordinasi dengan mitranya CV Mega Tama Teknik (MTT) untuk menyelesaikan penyambungan listrik di Desa Raka.

“Kami sudah berkoordinasi dengan CV MTT dan dalam November 2019 ini. CV MTT akan menyelesaikan penyambungan untuk semua calon pelanggan yang ada di desa tersebut, baik pemasangan instalasi maupun pembayaran BP dan penyambungannya,” ungkapnya.

Ia menyebut terdapat miss komunikasi antara pihak instalator, CV MTT dan LIT Jaserindo untuk penerbitan SLO, ungkap Nikolaus terkait pengeluhan masyarakat Desa Raka, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat.

Sebelumnya, masyarakat desa tersebut mengaku telah mengumpulkan uang rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per kepala keluarga untuk diberikan kepada pihak instalator melalui pemerintah Desa Raka. Namun, belum ada pemasangan meteran dan instalasi listrik sejak itu.

Nikolaus sendiri menyebut jumlah total calon pelanggan di Desa Raka sekitar 100 pelanggan. Sementara ini 58 pelanggan sedang dalam tahap proses penyambungan (Sudah Bayar Biaya Penyambung) dan sekitar 42 pelanggan lagi dalam proses penerbitan SLO dan pemberkasan.

Selebihnya terdapat kendala PB (Pemasangan Baru) di Desa Raka seperti kondisi jaringan yang belum selesai pekerjaannya sehingga perlu perbaikan konstruksi dan pemeliharaan jaringan. Selain itu, proses migrasi ke listrik pra bayar milik pelanggan sehen juga terhambat karena ada tunggakan.

“Masih ada pelanggan sehen yang masih memiliki tunggakan, sehingga menghambat proses migrasi ke prabayar karena belum melunasi tunggakan sehen-nya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tanggal 29 Mei 2019 dilaksanakan sosialisasi Penyambungan Baru (PB) dan Migrasi sehen di Desa Raka oleh PLN ULP Ruteng bersama mitra perwakilan CV Mega Tama Teknik (MTT).

Kemudian diterima informasi dari pelanggan bahwa bulan Februari ada beberapa pelanggan yang sudah DP pembayaran PB dan instalasi kepada CV MTT.

Sesuai kesepakatan dalam sosialisasi tersebut calon pelanggan melakukan pembayaran selama dua kali. Dalam pembayaran pertama calon pelanggan melakukan DP antara Rp. 500 ribu sampai Rp. 1,5 juta.

“Ini pun beragam, tergantung kemampuan pelanggan untuk pemasangan instalasi dan penerbitan SLO,” ujarnya.

Ia menambahkan pembayaran kedua atau pelunasan dilakukan setelah meteran listrik terpasang di rumah milik pelanggan.

“Ini BP Penyambungan ditanggung atau ditalangi instalatir terlebih dahulu,” sebutnya.

Untuk mempercepat pengoperasian jaringan desa, ia berharap agar masyarakat merelakan pohonnya ditebang atau dipangkas agar jaringan listrik PLN tidak terganggu.

Ia menghimbau supaya masyarakat dapat melakukan permintaan pemasangan listrik kepada PLN terdekat tanpa melalui perantara lagi.

“Jika masyarakat ingin pasang listrik hendaknya datang ke PLN terdekat untuk mendapatkan pelayanan semestinya, jangan melalui perantara,” ungkapnya.

Menurutnya, jika permintaan pemasangan baru dilakukan secara kolektif atau bersama-sama maka PLN siap turun memberikan sosialisasi terkait proses pasang baru dan keselamatan tenaga listrik demi menjaga keandalan pasokan listrik di masyarakat. (bev/ol)