PLN Percepat Pembangunan Jalur Transmisi SUTT di Flores

berbagi di:
img-20190808-wa0010

Suasana kegiatan sosialisasi pembebasan lahan yang dilakukan oleh tim PLN UPP Flores, di Manggarai, belum lama ini.

 

 

Frangky Johannis

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) terus mendukung program pemerintah untuk menyebarkan listrik hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Bahkan, di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026 PLN, ratio elektrifikasi ditargetkan mencapai 100 persen.

Melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Flores, PLN sedang mempercepat pelaksanaan pembangunan jalur transmisi SUTT 70kV Ruteng-Bajawa dan SUTT 70 kV Ropa-Bajawa yang saat ini  sedang dalam proses pembebasan lahan. Selama proses pembebasan lahan ini, PLN bahu-membahu bersama  elemen masyarakat dari kepala desa, ketua adat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga TP4D.

“Pada saat sosialisasi, kita selalu mengajak semua elemen masyarakat di sekitar proyek, agar masyarakat tahu bahwa pembangunan ini adalah merupakan kebutuhan dan untuk kepentingan bersama,” ujar Lalu Irlan Jayadi, Assistent Manager Komunikasi PLN UIP Nusa Tenggara dalam release yang diterima VN, Kamis (8/8).

Kedua Jalur Transmisi ini, kata Jayadi, rencananya akan beroperasi dan masuk ke sistem Flores pada awal tahun 2020. Hal ini sejalan dengan proyek Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Mobile Power Plant (MPP) Flores 20 Mega Watt (MW) yang telah diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Ignasius Jonan pada 11 April lalu .

Peresmian Pembangkit tersebut bersamaan dengan peresmian Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Labuan Bajo menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai, Gardu Induk Labuan Bajo 70 KV Labuan Bajo, SUTT 70 KV Ruteng-Ulumbu.

PT PLN (Persero), kata dia, rencananya akan memperkuat jaringan listrik di Pulau Flores melalui SUTT ini, dan akan tersambung dari Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat hingga Larantuka Kabupaten Flores Timur. (bev/ol)