PLN Target Dua Pekan Mendatang Listrik di Kota Ba’a Menyala

berbagi di:
1617895121551

 

 

 

Frangky Johannis

 
PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao menargetkan perbaikan jaringan listrik selesai dalam tempo dua pekan. Perbaikan ini dilakukan setelah semua jaringan diterjang Siklon Tropis Seroja, Senin (5/4) lalu.

Pasalnya, sebanyak 265 gardu yang dimiliki, 200 di antaranya terdampak badai tersebut. Yakni ditindih pohon dan juga roboh setelah diterjang badai.

Untuk mempercepat proses tersebut, 25 personil yang dimiliki PLN ULP Rote dikerahkan, dibantu 30 vendor yang merupakan mitra PLN. Tim PLN mulai melakukan perbaikan pada Selasa (6/4).

“Besoknya, Selasa (6/4) langsung kami terjunkan tim untuk perbaiki. Selain dari tim yang berjumlah 25 orang kami dibantu vendor untuk melakukan perbaikan secara terpusat,” kata Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao, melalui Supervisor (SPV) Jaringan, Arya Widi, kepada VN, Kamis (8/4) di kantornya.

Menurutnya, jumlah tenaga yang dibutuhkan memang sangat terbatas. Namun demikian, dirinya sangat optimis untuk dapat memperbaiki kerusakan agar masyarakat kembali menikmati listrik setelah beberapa hari padam.

Untuk perbaikan selanjutnya, kata Arya, masih terus dilakukan di setiap jalur utama. Sehingga dibutuhkan waktu selama enam belas hari, untuk bisa menyelesaikan perbaikan dan listrik dinyalakan di jalur tersebut.

“Beberapa wilayah di dalam alam kota Ba’a, bisa menyala dalam minggu ini. Dan kami butuh waktu enam belas hari untuk fokus pada jalur utama, yang semuanya berada di wilayah Kecamatan Lobalain,” kata Arya.

Arya merinci, wilayah dalam kota Ba’a, yang akan dialiri listrik terlebih dahulu. Yakni, sebagian wilayah Alukama di Kelurahan Mokdale, wilayah Oeteas, desa Helebeik, kemudian Lelain, di Desa Holoama. Dimana semua wilayah tersebut berada di Kecamatan Lobalain.

Sedangkan terkait jumlah gardu yang rusak, Arya, mengatakan, sebanyak 200 gardu yang terdampak dari 265 gardu yang dimiliki. 27 unit diantaranya sudah diperbaiki di hari pertama setelah dilakukan perbaikan, Selasa (6/4).

Dari hasil perbaikan tersebut, kata dia, 5 gardu di antaranya sebenarnya sudah bisa dialiri listrik. Namun, hal tersebut belum bisa dilakukannya untuk menghindari adanya kecemburuan dari pelanggan lainnya, yang kemudian menimbulkan persoalan baru hanya gegara listrik yang belum dinyalakan secara merata di suatu wilayah. (yan/ol)