PLN Wilayah Tunggu Mekanisme Pusat

berbagi di:
img-20200402-wa0020

Kantor PLN UIW NTT

 

 

 

Yapi Manuleus

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur hingga saat ini hanya menunggu mekanisme dari PLN Pusat untuk menjalankan tahapan-tahapan pemberian diskon dan gratis tagihan listrik sebagai bagian dari kebijakan Pemerintah pusat akibat wabah pandemi Covid -19.

Hal tersebut dikatakan Humas PLN wilayah NTT saat dikonfirmasi VN di kantor PLN wilayah NTT pada Kamis (2/4).

“Sebagai PLN wilayah kita hanya menjalankan saja. Dan untuk sementara ini kita masih menunggu mekanisme dari pusat kan sepekan lagi dari pusat untuk hal yang sedetail mungkin agar bisa dimengerti langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam rilis yang diterima VN dari PLN menyatakan kebijakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk membebaskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere dan memberikan diskon 50% bagi 7 juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi. Keringanan biaya listrik ini akan berlaku selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020.

Hal ini dilakukan sebagai tindakan konkrit dan kepedulian PLN dalam upaya untuk meringankan beban masyarakat akibat wabah pandemi Covid 19.

“Kemarin PLN langsung menyiapkan pelaksanaan teknis atas kebijakan Bapak Presiden. Pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi di PLN ada dua jenis yakni, yang memakai KWH meter pascabayar dan prabayar atau menggunakan token. Untuk yang pascabayar, tidak ada masalah, karena pembebasan tagihan akan diterima pelanggan pada setiap periode pembayaran” ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.

Dia menambahkan untuk pelanggan pra bayar akan diberikan token gratis sebesar pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian tiga bulan terakhir.

“Saat ini ada sekitar 24 juta data pelanggan 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi yang harus dimasukan kedalam sistem. Proses ini akan tuntas dalam sepekan kedepan, sehingga seluruh pelanggan yang digratiskan dan mendapatkan diskon sudah dapat terlayani seluruhnya. Mekanismenya kami buat yang paling mudah dan mungkin, sehingga tidak menyulitkan pelanggan,” jelasnya.

Pelanggan yang terlanjur membeli token, token gratis akan tetap diperhitungkan pada pembelian bulan berjalan.

“Jadi token yang telah dibeli tidak hilang. Harapan kami, ini bisa meringankan ekonomi untuk masyarakat ditengah menghadapi pandemi virus Covid-19,” tambahnya. (bev/ol)