PMI Asal Timor dan Sumba Tertahan di Sikka

berbagi di:
img_20200628_212155

Belasan PMI di Kantor P4TKI Maumere, Minggu (28/6) siang. Foto: Yunus/VN

 

 

 

Yunus Atabara

Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Maumere, Kabupaten Sikka menerima 24 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, Sabtu (27/6) di Pelabuhan Marpokot Mbay Nagekeo.

24 PMI teridiri dari 3 PMI asal Ende, 3 Sikka, 9 Flotim, 6 Lembata, 1 Kupang, 1 Kefa dan 1 Sumba Barat. Dari daratan Flores dan Lembata sudah dijemput, sedangkan PMI asal Pulau Timor dan Sumba masih tertahan di Maumere.

Demikian disampaikan Koordinator P4TKI Maumere, Rafael Rada kepada VN Minggu (28/6) siang.

Menurut Rafael, mereka merupakan bagian dari 24 PMI asal NTT yang dititip dari Unit Pelayanan Terpadu Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT P2MI) Makassar.

Selama ini mereka bekerja di Malaysia Timur. Mereka tiba di Pelabuhan Marapokot, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (27/06) dengan menumpang kapal ferry dari pelabuhan Bulukumba. Setelah tiba, mereka langsung dijemput petugas Pos P4TKI Maumere.

Ia menjelaskan, 3 PMI asal Ende sudah langsung pulang menumpang mobil travel. Tiga PMI asal Sikka langsung dijemput Tim Satgas Covid Sikka,sedangkan 18 PMI dibawa ke Pos P4TKI Maumere.

Dari 18 PMI tersebut, 9 PMI asal Flotim telah dijemput oleh Satgas Covid-19 Pemkab Flotim. Sedangkan 9 lainnya yakni: 6 PMI asal Lembata, 1 asal Kupang, 1 asal Kefa dan 1 asal Sumba Barat masih tertahan di Pos P4TKI Maumere dan dititipkan di eks Kantor Bupati Sikka.

“Kami sudah koordinasi dengan Pemkab Lembata, dan mereka hanya menjemput di pelabuhan Lembata. Jadi hari ini mereka naik bis dari Maumere tujuan Larantuka, selanjutnya naik motor laut tujuan Lembata,” kata Rafael.

Sedangkan 3 PMI asal Kupang, Kefa dan Sumba Barat, akan diberangkatkan dengan pesawat melalui Bandara Frans Seda Maumere. Saat ini 3 PMI tersebut dititipkan di Lokasi Karantina terpusat di eks Kantor Bupati Sikka.

“Kami sedang koordinasi dengan pemerintah tujuan dari 3 PMI. Hal itu untuk kelancaran pemulangan ke 3 PMI tersebut,” kata Rafael.(bev/ol)