Polair Bekuk Nelayan Pengguna Bahan Peledak

berbagi di:
Nelayan pengguna bahan peledak dan barang bukti diamankan petugas Polari NTT, kemarin. Foto: Istimewa

Nelayan pengguna bahan peledak dan barang bukti diamankan petugas Polari NTT, kemarin. Foto: Istimewa

 
Mutiara Malahere

Aparat keamanan dari Direktorat Polairud Polda NTT menangkap dua orang nelayan yang sering menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak, Jumat (27/7)
Penangkapan ini dilakukan polisi saat kegiatan patroli KP Pulau Sukur 3007 oleh aparat dari Pos Polair Mobile Sikka yang dipimpin Brigpol Putu Sulatra selaku Kepala Pospolair Mobile Sikka ketika melaksanakan patroli dengan menggunakan rubber boat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasca penangkapan tersebut polisi memeriksa dan mengamankan satu unit perahu motor nelayan yang diawaki oleh dua orang, yakni MT (57) dan MT (31). Keduanya adalah nelayan yang tinggal di Dusun Ndete, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.

“Kedua nelayan itu diduga menggunakan bahan peledak saat menangkap ikan di wilayah perairan Sikka,” jelas Dirpolair Polda NTT Kombes Pol Dwi Suseno didampingi Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda NTT AKBP Wahyudi Wicaksana.

Selain mengamankan perahu motor pihaknya juga mengamankan 169 ekor ikan jenis campuran.

“Jumlah ikan yang diamankan sebagai barang bukti sebanyak kurang lebih 28 kilogram ikan campuran terdiri dari ikan belanak, ikan lencam atau dusun dan ikan ketibo,” tambahnya.
Polisi mengamankan pula satu unit perahu motor tanpa nama (perahu jolor) dengan menggunakan mesin ketingting, satu buah dayung kayu, dua buah masker. Ada pula satu buah pemantik gas warna merah, rokok, satu buah bundre serta satu buah tas keranjang anyaman warna ungu hijau.

Kasubdit Gakkum AKBP Wahyudi menambahkan, kedua nelayan ditangkap pada Jumat (27/7) pagi sekitar pukul 06.30 Wita oleh tim patroli KP. Keduanya ditangkap di perairan Taka Jurang, Teluk Loh Tui di wilayah Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka pada koordinat 08° 24′ 201″ LS – 122° 03′ 190″ BT.

Saat patroli itu, anggotanya Brigpol Putu Sulatra dan anggotanya menerima informasi sehingga Kapal Patroli Pulau Sukur 3007 melihat dan memantau aktivitas mencurigakan dari dua melayan di atas perahu jolor.

“Polisi mendengar dua kali bunyi ledakan dan melihat dua orang tersebut berada dekat dengan semburan air laut diduga melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak,” urainya.

“Setelah dihentikan dan diinterogasi bahwa benar mereka baru saja melakukan penangkapan ikan dengan bom ikan sebanyak dua kali ledakan,” ungkap Wahyudi.

Selanjutnya, dua orang nelayan sebagai pelaku dan barang bukti diamankan di Pospolair Mobile Sikka untuk selanjutnya menunggu proses lebih lanjut dari Penyidik Ditpolair Polda NTT.

Kedua nelayan diketahui sudah berulang kali menangkap ikan menggunakan bahan peledak. Kini, keduanya sudah ditangkap dan ditahan.

“Diduga pelaku melanggar pasal 84 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) Undang- undang nomor 31 tahun 2004 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan,” ujarnya. (tia/E-1)