Polda NTT Bentuk Tim Selidiki Penyelundupan Komodo

berbagi di:
Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman

Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman

 

 

Kapolda NTT Irjen Polisi Raja Erizman mengatakan pihaknya sudah membentuk tim untuk koordinasi dengan Polda Jawa Timur terkait kasus penyelundupan Komodo.

“Kami sudah turunkan tim ke Jatim untuk koordinasi. Kami juga akan kembangkan kasusnya kaitan dengan asal Komodo itu,” ucapnya singkat.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast di ruang kerjanya Kamis (28/3) menjelaskan pihak Polda NTT menduga lolosnya penyelundupan anak Komodo melalui area antara Labuan Bajo dan dan Bima, NTB.

“Kami juga menduga, barangkali ada kemungkinan lolosnya bisa saja dari area Labuan Bajo dan Bima, karena ini merupakan area pintu masuk dan keluar,” katanya.

Polda NTT, ujarnya, akan segera menjalin koordinasi dengan penyidik Diretkrimsus Polda Jawa Timur untuk mengungkap lebih jauh kasus penyelundupan Komodo tersebut.

“Kita akan lakukan koordinasi terkait jaringan ataupun bagaimana Komodo ini bisa lolos dari pengawasan, apakah mengunakan kapal laut ataupun pesawat. Kita akan lakukan koordinasi lebih jauh,” ungkapnya.

Terkait pengawasan pulau komodo sendiri, kata Kombes Jules, selam ini berada dalam pengawasan penuh pihak Taman Nasional Komodo yang berada dalam naungan langsung Kementerian terkait di Pusat.
“Karena berada di bawah Kementerian langsung, tentunya akan dikaji lebih lanjut, apakah ada celah-celah dari rekan-rekan di Balai TNK sehingga lolos dari pengawasan. Hal ini akan dilakukan eveluasi lebih lanjut,” kata dia.

Dengan terungkapnya kasus ini, lanjutnya, Polda NTT bekerja sama dengan Balai TNK untuk mengkaji ulang sejauh mana pengawasan dan pengamanan yang dilakukan.

“Kalaupun terkait apakah dugaan keterlibatatan orang dalam sehingga bisa keluar, kita akan melakukan koordinasi dengan Polda Jatim. Mengecek sejauh mana jaringan yang ada. Dan tentu setelah itu, kita akan melakukan evaluasi berasama dengan TNK,” ujar mantan Kapolres Manggarai ini.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengungkap jaringan perdagangan satwa liar yang menyelundupkan 41 ekor Komodo ke luar negeri. “Yang jelas dikirim di tiga negara di wilayah Asia Tenggara melalui Singapura,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur Kombes Akhmad Yusep Gunawan kepada wartawan, Rabu (27/3).

Yusep mengatakan, pihaknya telah mengamankan lima ekor anak Komodo di Surabaya dari operasional jaringan tersebut. “Perdagangan komodo ini lingkupnya internasional, satu ekor komodo bisa dijual Rp 500 juta,” katanya.

Komodo-komodo tersebut, kata Yusep, diambil dari Pulau Flores, dan sudah melalui beberapa tangan dalam penjualannya dengan harga yang berbeda. Sampai kemarin, sudah ada sembilan tersangka pelaku yang diamankan polisi dari beberapa kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Masih ada satu lagi pelaku utama yang masih buron,” ujarnya. (kcm/mg-03/mg-06/R-2)