Polda Serahkan Penuntasan kepada Kapolres

berbagi di:
foto-hal-01-cover-headshot-jo-bangun

 

 

Maykal Umbu

Kepolisian Daerah (Polda) NTT akhirnya buka suara terkait penuntasan kasus dugaan penimbunan dan penjualan bahan bakar minyak (BBM) oleh Kapolsek Sabu Barat Kompol Samuel Simbolon.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Johanis “Jo” Bangun kepada VN di ruangan kerjanya, Kamis (13/2) menegaskan Polda NTT menyerahkan penyelesaian kasus tersebut kepada Kapolres Sabu Raijua (Sarai), AKBP Jakobus Siubelan.

Kepercayaan tersebut, lanjut Jo Bangun, merupakan bentuk tindak lanjut dari pembentukan Polres Sarai yang dipimpin AKBP Jakobus Siubelan. “Kami mempercayakan kasus ini kepada Kapolres Sabu Raijua untuk menangani,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Jo Bangun juga mengatakan Polres Sabu Raijua akan menyelidiki terbakarnya agen premium minyak solar (APMS) di Seba.

“Polisi sendiri akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menanyakan pemilik AMPS setelah keadaan sudah membaik dan pengelolahnya mau memberikan keterangan,” jelasnya kepada wartawan.

Untuk diketahui, Polres Sarai melakukan operasi penggerebekan dan menemukan 5 ton BBM (26 drum) milik Kapolsek Simbolon. BBM sebanyak 5 ton itupun diamankan. Kapolsek Simbolon mengaku membeli BBM tersebut dengan uang pribadi untuk keperluan Polsek dan sisanya dijual kepada masyarakat.

Selaras dengan Kapolsek Simbolon, pemilik SPBU Sarai Antoni Nitisusanto yang dikonfirmasi usai rapat tertutup dengan Bupati Sarai Jumat (7/2) lalu, juga mengaku hanya membantu mengangkut BBM milik Kapolsek ke Sarai. BBM itu bukan dari bagian dari APMS yang menjadi jatah Kabupaten Sarai.

“Kapolsek kan sudah bilang itu DO pribadi dan saya hanya bantu angkut karena diminta tolong saja, dan masalah itu sudah clear dalam rapat, jadi tidak ada masalah,” katanya.

Sementara, Kapolres Sarai AKBP Jakobus Siubelan belum mau berkomentar. Berkali-kali VN meminta konfirmasi langsung lewat door stop, namun Kapolres menolak memberikan keterangan.

Saat dicegat VN usai memimpin anak buah memadamkan api di AMPS Seba milik Zainal Alboneh, Rabu (12/2) siang, menolak memberikan keterangan dan meminta bertanya langsung kepada pemilik APMS. “Saya tidak bisa bicara, nanti langsung tanya kepada pemiliknya saja,” ujarnya sambil berlalu menuju mobil untuk pulang.(mg-21/yul/S-1)