Polisi Bekuk Residivis Pengedar Uang Palsu di Kupang

berbagi di:
img-20201117-wa0038

 

Konferensi pers terkait penangkapan residivis pembuat dan pengedar uang palsu di Polres Kupang Kota, Selasa (17/11). Foto: Mutiara/vn.

 

 

 
Mutiara Malehere

 

 

POLRES Kupang Kota melalui Polsek Kelapa Lima mengamankan seorang tersangka pembuat dan pengedar uang palsu bernama Jupiter Billiu (55) yang berstatus mantan residivis dalam kasus serupa.

Pengembangan kasus pembuatan dan pengedaran uang palsu tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan lamanya karena tersangka berpindah domisili untuk melarikan diri dari kejaran polisi.

Kemudian Tim Buser berhasil membekuk tersangka di Jembatan Oesapa dan mengamankannya ke Mapolsek Kelapa Lima untuk kepentingan penyelidikan mengungkap kasus tersebut.

Demikian diungkapkan Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana didampingi Kapolsek Kelapa Lima AKP Andry Setiawan dan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi  NTT, Herman bersama penyidik, tersangka dan barang bukti dalam konferensi pers bersama wartawan, Selasa (17/11) siang di Mapolres Kupang Kota.

Satrya menjelaskan, kasus uang palsu tersebut berawal dari Informasi dari Unit Intelkam Polsek Kelapa Lima yang mendapat laporan dari masyarakat pedagang di Kelurahan LLBK bahwa ada oknum yang membeli kain dan membayar menggunakan uang palsu sehingga ditolak oleh kasir.

“Dari informasi tersebut, kami melakukan pengembangan penyelidikan sekitar hampir satu bulan kemudian mengetahui keberadaan tersangka dan membekuknya di Jembatan Oesapa lalu mengamankannya di Polsek Kelapa Lima untuk pengembangan penyelidikan lanjutan,” jelas Satrya.

Berdasarkan hasil penyelidikan terungkap bahwa tersangka masih tinggal di salah satu kos-kosan milik Bapak Fenit yang terletak di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Tersangka juga mengakui bahwa sempat menjual barang bukti alat printer yang digunakan untuk mencetak uang palsu ke wilayah Oemofa, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang.

Selelah menjual printer tersebut, tersangka berpindah ke wilayah Kabupaten TTU dengan membawa uang palsu tersebut dan menghilang hampir sebulan lamanya.

Setelah pelariannya, tersangka kembali ke Kota Kupang dengan membawa barang bukti uang palsu tersebut kemudian diamankan oleh Tim Buser Polsek Kelapa Lima serta barang bukti di tangannya uang palsu sebesar Rp 11,1 juta.

Penyidik terus melakukan pengembangan kasus dan mendapatkan barang bukti uang palsu sebesar Rp343,4 juta dari tangan kakak sepupu tersangka bernama Gayus Biliu yang tinggal di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Atas terbuatannya tersangka Jupiter Billiu dijerat dengan Pasal 36 ayat (1), (2), dan (3) Juncto Pasal 26 ayat (1) dan (3) UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Subsider Pasal 244 subsider Pasal 245 KUHP terkait pembuatan dan pengedaran uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Yan/ol)