Polisi Kebut Berkas Perkara Dua Tersangka

berbagi di:
foto-hal-01-cover-310119-tersangka-landscape-tts

 

Tersangka landscape yang ditahan beberapa waktu lalu. Foto: Megi Fobia/VN

 

 

 

Megi Fobia

Penyidik Polres TTS akan mempercepat proses pemeriksaan tambahan kepada dua tersangka kasus pembangunan landscape Kantor Bupati TTS yang menelan anggaran Rp3,4 miliar yaitu Erik Ataupah dan Misraim Hing Fallo dalam pekan depan.

“Kedua tersangka segera dipanggil dan diperiksa bersamaan dengan dua tersangka lain yang sudah menghuni Rutan Soe,” ungkap Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari ketika ditemui VN, di ruang kerjanya, Rabu (6/11) kemarin.

Menurut Jamari, tim penyidik sudah menyiapkan berkas perkara para tersangka landscape kantor bupati TTS yang dengan kerugian negara mencapai Rp635 juta tersebut.

Ditanya soal pemeriksaan dan akan dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka, Jamari secara diplomatis mengatakan akan melihat dari hasil pemeriksaan. “Dua tersangka baru itu akan secepatnya dipanggil dan diperiksa. Entah mau langsung tahan atau tidak, nanti dilihat dari pemeriksaan nanti,” ujarnya.

Jamari menjelaskan tersangka Erik Ataupah dan Misraim Hing Fallo yang menjabat sebagai Sekcam Nunkolo ini sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang tersangka lain yang sudah menghuni Rutan Soe yakni, PPK pembangunan tersebut Fredik Oematan dan kontraktor pelaksana Djuarin yang sudah mendekam di Rutan Soe.

“Memang tetapkan empat orang tersangka, tetapi yang diproses hingga penahanan itu dua tersangka saja yakni Frederik Oematan dan Djuarin,” kata Jamari.

Intinya, kata Jamari, tekad Polres TTS segera tuntaskan kasus tersebut agar bisa lebih fokus pada Rumah Sakit Pratama Boking yang memang menjadi sorotan publik TTS.

Untuk diketahui, pembangunan landscape kantor bupati TTS pada tahun 2014 yang menelan anggaran Rp3,4 Miliar dan dikerjakan oleh CV Marga Madu Indah (MMI) Surabaya terindikasi beraroma korupsi. Indikasi korupsi muncul dari pembayaran pekerajaan yang melebih volume kerja.

Akibat praktek tersebut, berdasarkan perhitungan BPKP kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp 634 juta.
Saat pelimpahan tersangka dan barang bukti, Kasi Pidsus Kejari TTS, Khusnul Fuad menjelaskan berkas yang diterima oleh Kejari TTS hanya mencantumkan dua orang tersangka yakni Frederik Oematan dan Djuarin.

“Kami tidak tau berapa tersangka yang ditetapkan penyidik Polres TTS, karena SPDP yang kami terima hanya dua tersangka saja, “jelasnya.

Dua tersangka yang tercantum dalam SPDP Polres TTS itu di antaranya Frederik Oematan dan tersangka Djuarin. Keduanya sudah menghuni Rutan Soe setelah dilimpahkan ke Kejari TTS oleh penyidik Polres beberapa waktu yang lalu. Tersangka baru saya belum tahu,” jelasnya.

“Dua tersangka tersebut akan kita tahan selama 20 hari ke depan terhitung hari ini hingga 20 hari ke depan dan dalam waktu dekat ini, kita akan limpahkan berkas perkara tersebut ke pengadilan untuk disidangkan,” jelas Khusnul Fuad.

Mengenai adanya tersangka lain selain Fredik Edison Oematan dan Juarin, Khusnul menjelaskan tergantung hasil penyidikan lanjutan dari penyidik Polres TTS apakah nanti ada tersangka baru atau tidak.

“Prinsipnya tergantung hasil penyidikan dari teman-teman penyidik di Polres, kalau dalam perjalananya ada tersangka lain ya kita tunggu saja. Yang terpenting bagi kami adalah secepatnya kita akan limpahkan berkas dua tersangka tersebut ke pengadilan untuk disidangkan,” pungkasnya. (mg-12/E-1)