Polisi Lidik Kerusakan Plafon Pasar Rakyat Kefamenanu

berbagi di:
ilustrasi dacing hukum

Inilah kondisi plafon pada bagian depan gedung Pasar Rakyat Kefamenanu 2 yang rusak. Foto diabadikana, Selasa (25/2). Foto:Gusty/VN

 

 

 

Gusty Amsikan

Pasca peristiwa ambruknya plafon gedung Pasar Rakyat Kefamenanu 2 dan kerusakan lain yang terjadi pada gedung tersebut mencuat melalui pemberitaan media massa, Polres TTU bakal melakukan pengumpulan bahan dan keterangan. Penyelidikan tersebut untuk memastikan apakah kerusakan tersebut terjadi akibat faktor alam, manusia, atau kah karena kualitas bangunannya.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Tatang Prajitno Panjaitan, ketika dikonfirmasi VN, Rabu (26/2) mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan serta mengumpulkan bahan dan keterangan terkait kerusakan yang terjadi pada gedung Pasar Rakyat Kefamenanu 2. Sesuai pemberitaan beberapa media, gedung tersebut telah mengalami kerusakan pada bagian plafon. Padahal, gedung tersebut belum genap setahun diserahterimakan dan belum ditempati.

Menurut Tatang, penyelidikan tersebut untuk memastikan apakah kerusakan tersebut terjadi akibat faktor alam, manusia, ataukah karena kualitas bangunannya. Meskipun demikian, pihaknya akan tetap berhati-hati melakukan proses penyelidikan tersebut.

“Kita akan lakukan pulbaket, cari informasi, dan lidik terkait runtuhnya plafon Pasar Rakyat Kefamenanu 2. Kita coba selidiki apakah karena faktor alam, manusia, ataukah karena kualitas bangunannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten TTU, Maximus Akoit, ketika diwawancarai wartawan, Selasa (24/2), terkait kerusakan yang terjadi pada Gedung Pasar Rakyat Kefamenanu 2 itu, mengaku belum mengetahui secara rinci kerusakan yang terjadi di gedung tersebut.

Dirinya hanya mengetahui perihal kerusakan plafon yang terjadi di depan gedung. Plafon tersebut roboh karena ada anak kecil naik ke atas plafon itu hingga akhirnya bagian plafon roboh.

Terkait kerusakan plafon tersebut, pihaknya telah menghubungi pihak kontraktor untuk melakukan perbaikan. Pihak kontraktor telah membongkar plafon yang rusak dan saat ini sedang dalam proses perbaikan. Sementara terkait retaknya beberapa dinding tembok, pihaknya akan menghubungi PPK untuk memanggil pihak kontraktor guna melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang ada.

“Kami sudah hubungi kontraktor untuk perbaiki plafon yang rusak. Kontraktor sudah bongkar bagian yang roboh dan saat ini masih dalam proses penyelesaian. Kalau masih ada kerusakan lainnya, kita akan panggil PPK supaya bisa menghubungi kontraktor dan selesaikan kerusakan yang terjadi,” jelasnya.

Maksimus mengaku pembangunan gedung tersebut mendapat sejumlah catatan dan rekomendasi dari BPK RI khususnya terkait fisik bangunan. Setelah proses serah terima pada November 2019 lalu, pihaknya tidak langsung menggunakan gedung tersebut lantaran adanya catatan dan rekomendasi itu. Namun, setelah dikomunikasikan, pihaknya diperbolehkan menempati gedung tersebut, dengan syarat, catatan dan rekomendasi BPK RI harus direspons dan ditindaklanjuti oleh kontraktor dan PPK.

Meskipun demikian, Maksimus mengaku belum mengetahui pasti rincian hasil audit BPK RI terkait pembangunan gedung tersebut. Pihaknya akan tetap berupaya berkomunikasi dengan PPK agar menghubungi pihak kontraktor guna memperbaiki kerusakan yang ada. Walaupun gedung tersebut telah melalui proses FHO, kontraktor tetap bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. (gus/R-4)